Pemimpin Hamas Bertemu dengan Presiden Baru Iran

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 06:01 WIB
loading...
Pemimpin Hamas Bertemu dengan Presiden Baru Iran
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh bertemu dengan Presiden baru Iran Ebrahim Raisi. Foto/Haaretz
A A A
TEHERAN - Sebuah delegasi pejabat senior Hamas , yang dipimpin oleh pemimpin politik Ismail Haniyeh , bertemu dengan presiden baru Iran Ebrahim Raisi di Teheran.

"Haniyeh memberikan informasi terbaru kepada Raisi tentang situasi di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas dan menggambarkan konsekuensi permusuhan dengan Israel pada bulan Mei," kata organisasi militan itu dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari media Israel, Haaretz, Sabtu (7/8/2021).

Haniyeh juga memberi Raisi perkembangan terkini di Palestina, termasuk kasus kontroversial lingkungan Seikh Jarrah Yerusalem Timur dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat.

Baca juga: Ismail Haniyeh Terpilih Lagi sebagai Pemimpin Hamas meski Tak Ada di Gaza

Dalam pertemuannya dengan Raisi, pernyataan itu menambahkan, pemimpin Hamas menekankan bahwa rakyat Palestina akan terus berperang melawan pendudukan Israel.

Raisi, di pihaknya, berjanji bahwa Iran akan terus mendukung Hamas, menurut pernyataan itu.

Raisi (60) dilantik pada Kamis, dua hari setelah memenangkan dukungan resmi dari pemimpin tertinggi negara itu untuk menjabat menyusul kemenangannya dalam pemilihan pada Juni.

Baca juga: Raisi Dilantik Jadi Presiden Iran di Depan Pejabat 73 Negara

Sebuah delegasi yang dipimpin oleh Ziyad Al-Nakhalah, sekretaris jenderal gerakan Jihad Islam, berpartisipasi dalam upacara pelantikan Raisi dan juga diperkirakan akan bertemu dengan presiden garis keras Iran itu.

Raisi, yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat (AS) atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia ketika ia menjadi hakim, telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk mencabut sanksi keras Washington yang telah memotong ekspor minyak Iran dan telah menutupnya dari sistem perbankan internasional.

Pada bulan Juni, penyelidik PBB tentang hak asasi manusia di Iran menyerukan penyelidikan independen atas tuduhan eksekusi yang diperintahkan negara terhadap ribuan tahanan politik pada tahun 1988 dan peran yang dimainkan oleh Raisi sebagai wakil jaksa Teheran.

Baca juga: Pakar PBB Dukung Penyelidikan Peran Raisi dalam Pembantaian Ribuan Tapol
(ian)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1309 seconds (10.55#12.26)