Ismail Haniyeh Terpilih Lagi sebagai Pemimpin Hamas meski Tak Ada di Gaza
Senin, 02 Agustus 2021 - 11:22 WIB
loading...
Ismail Haniyeh terpilih kembali sebagai pemimpin Hamas, faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza. Foto/REUTERS/Aziz Taher
A
A
A
GAZA - Ismail Haniyeh telah terpilih kembali sebagai pemimpin Hamas , faksi Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza. Dia kembali memimpin faksi tersebut meski dirinya tidak berada di Gaza.
Haniyeh—ada yang menyebutnya Haniya—telah menjadi pemimpin Hamas sejak 2017. Dia mengendalikan kegiatan politik kelompok itu di Gaza, Tepi Barat yang diduduki Israel dan diaspora yang sebagian besar berasal dari luar Gaza.
Baca juga: Perang Taliban di Afghanistan: Bom Jatuh Saban Menit, Mayat-mayat di Jalan
Dia membagi waktunya antara Turki dan Qatar selama dua tahun terakhir. Dia belum mengatakan apakah dia akan kembali ke Jalur Gaza.
Haniyeh mengarahkan Hamas dalam konflik 11 hari dengan Israel pada bulan Mei lalu di mana lebih dari 250 orang tewas di Gaza dan 13 orang tewas di Israel. Gencatan senjata yang dimediasi Mesir telah mengakhiri konflik tersebut.
“Saudara Ismail Haniyeh terpilih kembali sebagai kepala kantor politik gerakan [Hamas] untuk kedua kalinya,” kata seorang pejabat Palestina kepada kantor berita Reuters pada hari Minggu.
Haniyeh—ada yang menyebutnya Haniya—telah menjadi pemimpin Hamas sejak 2017. Dia mengendalikan kegiatan politik kelompok itu di Gaza, Tepi Barat yang diduduki Israel dan diaspora yang sebagian besar berasal dari luar Gaza.
Baca juga: Perang Taliban di Afghanistan: Bom Jatuh Saban Menit, Mayat-mayat di Jalan
Dia membagi waktunya antara Turki dan Qatar selama dua tahun terakhir. Dia belum mengatakan apakah dia akan kembali ke Jalur Gaza.
Haniyeh mengarahkan Hamas dalam konflik 11 hari dengan Israel pada bulan Mei lalu di mana lebih dari 250 orang tewas di Gaza dan 13 orang tewas di Israel. Gencatan senjata yang dimediasi Mesir telah mengakhiri konflik tersebut.
“Saudara Ismail Haniyeh terpilih kembali sebagai kepala kantor politik gerakan [Hamas] untuk kedua kalinya,” kata seorang pejabat Palestina kepada kantor berita Reuters pada hari Minggu.
Lihat Juga :