Lumpuh Setelah Disuntik Vaksin AstraZeneca, Perawat Korsel Dapat Santunan

Sabtu, 07 Agustus 2021 - 00:11 WIB
loading...
Lumpuh Setelah Disuntik...
Perawat di Korsel mendapatkan santunan setelah mengalami lumpuh pasca disuntik vaksin AstraZeneca. Foto/Ilustrasi
A A A
SEOUL - Seorang asisten perawat yang lumpuh setelah menerima suntikan vaksin COVID-19 AstraZeneca akan menerima santunan dari pemerintah Korea Selatan (Korsel) setelah ia diakui sebagai korban kecelakaan industri.

Pekerja kesehatan, yang namanya tidak diungkapkan, telah disuntik melawan COVID-19 pada 12 Maret.

"Dia kemudian menderita penglihatan ganda dan kelumpuhan serta didiagnosis dengan penyakit autoimun langka yang dikenal sebagai ensefalomielitis akut," kata Layanan Kompensasi & Kesejahteraan Pekerja Korea dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (7/8/2021).

Setelah memeriksa kasus tersebut, badan tersebut memutuskan bahwa ada hubungan sebab akibat yang masuk akal antara efek samping dan vaksinasi. Hasil pemeriksaan itu juga menunjukkan bahwa perawat tersebut tidak memiliki masalah kesehatan mendasar yang dapat memperumit kondisinya.

Baca juga: Bantu Penanganan Covid-19, Inggris Kirim Ratusan Ribu Vaksin AstraZeneca ke Indonesia

Menurut pernyataan itu, wanita tersebut mendapatkan suntikan vaksin yang dikembangkan bersama oleh raksasa farmasi Inggris-Swedia AstraZeneca dan Universitas Oxford itu selama jam kerja untuk mematuhi rekomendasi tempat ia bekerja.

"Dia akan berada dalam posisi yang sulit di tempat kerjanya jika dia tidak disuntik," tambahnya.

Atas dasar itu, perawat itu telah diakui sebagai korban kecelakaan industri dalam kasus pertama di Korsel . Keputusan itu memberinya hak atas kompensasi dan tunjangan pemerintah di bawah Undang-Undang Asuransi Kompensasi Kecelakaan Industri.

Baca juga: Rusia Beri Lampu Hijau Uji Klinis Vaksin Campuran Sputnik V-AstraZeneca

"Dia akan diberi kompensasi untuk jam kerja yang terlewat, dengan pengeluaran dan kecacatannya juga ditanggung oleh negara," kata badan tersebut.

Dihubungi oleh Reuters, AstraZeneca menolak mengomentari kasus ini, mengatakan bahwa keselamatan pasien adalah prioritas utama perusahaan dan menegaskan kembali bahwa vaksin itu menawarkan "perlindungan tingkat tinggi terhadap semua tingkat keparahan akibat COVID-19 dan varian yang menjadi perhatian.

Laporan kasus pembekuan darah yang parah dan jumlah trombosit yang rendah terkait dengan vaksin AstraZeneca – yang saat ini didistribusikan di bawah merek Covishield dan Vaxzevria – membuat sejumlah negara membatasi penggunaannya pada orang yang lebih muda awal tahun ini. Beberapa negara, seperti Denmark dan Norwegia, bahkan menangguhkan vaksinasi sama sekali karena khawatir akan efek sampingnya.

Baca juga: RI Kembali Kedatangan Vaksin AstraZeneca dari Jalur COVAX
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved