Kapal Induk Inggris Masuk LCS, China Siaga Tempur Tingkat Tinggi

Jum'at, 30 Juli 2021 - 13:16 WIB
loading...
A A A
Situasi ini pun memunculkan pertanyaan: apakah dunia internasional akan disajikan insiden serupa di Laut Hitam pada bulan Juni lalu ketika kapal perusak Tipe 45 Inggris, HMS Defender, didengungkan oleh pesawat tempur Rusia saat melintas di dekat semenanjung Crimea yang disengketakan?

Baca juga: Peringatan China Tak Digubris, Kapal Perang Inggris Masuki Laut China Selatan

“China tidak mencari konfrontasi langsung dengan sekutu utama AS di Laut China Selatan” kata Veerle Nouwens, seorang peneliti senior di Royal United Services Insitute (RUSI), sebuah think tank London.

"Tapi itu (China) pasti akan memperjelas niatnya," imbuhnya.

Jika Inggris melakukan latihan kebebasan navigasi melalui laut itu, Nouwens yakin dunia internasional mungkin akan melihat pengulangan dari apa yang terjadi ketika HMS Albion berlayar melewatinya pada tahun 2018. Saat itu kapal itu dibayangi oleh kapal perang China dari jarak hanya 200 meter, memperingatkannya untuk pergi, sementara pesawat China terbang rendah di atas kapal Inggris.

Tetapi sementara kedatangan kelompok tempur Inggris di wilayah tersebut telah memicu kemarahan dari Beijing, Rekan Peneliti RUSI untuk Angkatan Laut, Sidharth Kaushal, menunjukkan bahwa ketika menyangkut kebuntuan angkatan laut, tindakan China telah dikalibrasi jauh di bawah standar apa pun yang akan memulai perang.

Pengerahankapal induk Queen Elizabeth dan kapal pengawalnya ke Asia Timur dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah Inggris untuk memainkan peran yang lebih menonjol dalam keamanan global, sebagaimana ditetapkan dalam Tinjauan Terpadu pemerintah Inggris baru-baru ini.

Prancis, juga, serta negara-negara Eropa lainnya, telah mengalihkan perhatiannya ke Laut China Selatan karena kekuatan militer dan ekonomi China yang tumbuh tampaknya tak terbendung.

China baru-baru ini memulai peningkatan besar dalam persenjataan rudal balistik nuklirnya, membangun silo baru di wilayah Xinjiang yang terpencil. Negara ini juga telah mengembangkan Hypersonic Glide Vehicles, rudal berkecepatan tinggi yang dapat mencapai kecepatan hingga delapan kali kecepatan suara dan yang telah dijuluki "pembunuh kapal induk" .

Baca juga: Citra Satelit Tangkap 'Ladang' Silo Rudal Balistik Baru China
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2435 seconds (10.101#12.26)