Blinken: Pembicaraan Nuklir dengan Iran Tidak Bisa Berlangsung Selamanya
Kamis, 29 Juli 2021 - 22:18 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken menegaskan pembicaraan nuklir dengan Iran tidak bisa berlangsung selamanya. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Antony Blinken mengatakan bahwa Washington siap untuk melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Teheran. Namun, Blinken menegaskan pembicaraan dengan Iran tidak bisa berlangsung selamanya.
"Kami berkomitmen untuk diplomasi, tetapi proses ini tidak dapat berlangsung tanpa batas waktu. Kami melihat apa yang siap atau tidak siap dilakukan Iran dan tetap sepenuhnya siap untuk kembali ke Wina untuk melanjutkan negosiasi," kata Blinken.
"Bola tetap berada di "lapangan" Iran," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (29/7/2021). Baca juga: Iran Bersikeras Telah Capai Kesepakatan Pertukaran Tahanan dengan AS
Sejak 9 April, Teheran dan enam kekuatan dunia telah melakukan pembicaraan untuk menghidupkan kembali pakta nuklir yang ditinggalkan mantan Presiden AS, Donald Trump tiga tahun lalu.
Putaran keenam pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington ditunda pada 20 Juni, dua hari setelah ulama garis keras Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran. Baca juga: Bertemu Direktur WHO, Blinken Tegaskan AS Dukung Investigasi Asal Usul COVID-19
Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi belum mengumumkan kapan putaran negosiasi berikutnya akan dilanjutkan. AS dan Iran sendiri telah saling menyalahkan atas tertundanya pembicaraan tersebut.
"Kami berkomitmen untuk diplomasi, tetapi proses ini tidak dapat berlangsung tanpa batas waktu. Kami melihat apa yang siap atau tidak siap dilakukan Iran dan tetap sepenuhnya siap untuk kembali ke Wina untuk melanjutkan negosiasi," kata Blinken.
"Bola tetap berada di "lapangan" Iran," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (29/7/2021). Baca juga: Iran Bersikeras Telah Capai Kesepakatan Pertukaran Tahanan dengan AS
Sejak 9 April, Teheran dan enam kekuatan dunia telah melakukan pembicaraan untuk menghidupkan kembali pakta nuklir yang ditinggalkan mantan Presiden AS, Donald Trump tiga tahun lalu.
Putaran keenam pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington ditunda pada 20 Juni, dua hari setelah ulama garis keras Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran. Baca juga: Bertemu Direktur WHO, Blinken Tegaskan AS Dukung Investigasi Asal Usul COVID-19
Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi belum mengumumkan kapan putaran negosiasi berikutnya akan dilanjutkan. AS dan Iran sendiri telah saling menyalahkan atas tertundanya pembicaraan tersebut.
(ian)
Lihat Juga :