Raja Malaysia Kecewa PM Muhyiddin Cabut Daurat Negara Tanpa Persetujuannya
Kamis, 29 Juli 2021 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Sementara beberapa anggota parlemen UMNO—banyak di antaranya menjabat sebagai menteri dalam pemerintahan saat ini—terus mendukung Muhyiddin, seorang anggota Parlemen senior UMNO, Tengku Razaleigh Tengku Hamzah, meminta untuk dipindahkan ke lorong independen di Parlemen, setelah anggota parlemen veteran mengatakan dia tidak pernah mendukung Muhyiddin.
Pernyataan Raja datang setelah berbulan-bulan tampak disonansi antara cabang eksekutif dan monarki di Malaysia, karena krisis COVID-19 negara itu justru memburuk selama keadaan darurat di bawah kepemimpinan Muhyiddin.
Awal bulan lalu, Sultan Abdullah menyerukan agar Parlemen Malaysia dibuka kembali sebelum berakhirnya proklamasi darurat sehingga anggota parlemen dapat memperdebatkan peraturan darurat tersebut. Pemerintahan Muhyiddin awalnya mengatakan akan mengadakan kembali Parlemen pada bulan September, sebelum menyerah pada tekanan dari Istana.
Namun, terlepas dari seruan raja untuk debat, pertemuan khusus lima hari yang sedang berlangsung hanya menampilkan pengarahan oleh menteri dan pertanyaan dari anggota parlemen, tanpa ruang untuk pemungutan suara atau debat.
Muhyiddin, yang memiliki mayoritas satu digit di Parlemen, berhasil meloloskan anggaran federal 2021 dengan selisih tiga suara pada Desember tahun lalu, sebelum UMNO secara resmi menarik dukungan untuknya.
Dia berjanji untuk mengadakan pemilu setelah beban kasus virus corona Malaysia berkurang, bahkan ketika negara itu menghadapi wabah terburuknya meskipun dua bulan dalam lockdown penuh.
Negara ini melaporkan rekor kasus infeksi COVID-19 harian lebih dari 17.000 selama beberapa hari terakhir. Angka kematian sudah lebih dari 200 jiwa.
Pernyataan Raja datang setelah berbulan-bulan tampak disonansi antara cabang eksekutif dan monarki di Malaysia, karena krisis COVID-19 negara itu justru memburuk selama keadaan darurat di bawah kepemimpinan Muhyiddin.
Awal bulan lalu, Sultan Abdullah menyerukan agar Parlemen Malaysia dibuka kembali sebelum berakhirnya proklamasi darurat sehingga anggota parlemen dapat memperdebatkan peraturan darurat tersebut. Pemerintahan Muhyiddin awalnya mengatakan akan mengadakan kembali Parlemen pada bulan September, sebelum menyerah pada tekanan dari Istana.
Namun, terlepas dari seruan raja untuk debat, pertemuan khusus lima hari yang sedang berlangsung hanya menampilkan pengarahan oleh menteri dan pertanyaan dari anggota parlemen, tanpa ruang untuk pemungutan suara atau debat.
Muhyiddin, yang memiliki mayoritas satu digit di Parlemen, berhasil meloloskan anggaran federal 2021 dengan selisih tiga suara pada Desember tahun lalu, sebelum UMNO secara resmi menarik dukungan untuknya.
Dia berjanji untuk mengadakan pemilu setelah beban kasus virus corona Malaysia berkurang, bahkan ketika negara itu menghadapi wabah terburuknya meskipun dua bulan dalam lockdown penuh.
Negara ini melaporkan rekor kasus infeksi COVID-19 harian lebih dari 17.000 selama beberapa hari terakhir. Angka kematian sudah lebih dari 200 jiwa.
(min)
Lihat Juga :