Iran Klaim Tangkap Agen Mossad, Sita Senjata dan Granat
Selasa, 27 Juli 2021 - 17:28 WIB
loading...
Iran klaim telah menangkap agen Mossad Israel. Foto/Ilustrasi
A
A
A
TEHERAN - Iran menyatakan telah berhasil menangkap agen organisasi mata-mata Israel , Mossad , di perbatasan barat negara itu. Hal itu diumumkan langsung oleh Kementerian Intelijen Iran.
"Menyusul kegiatan intelijen pasukan Kementerian Intelijen Iran, jaringan anggota Organisasi Mata-mata rezim Zionis (Mossad) ditangkap di perbatasan barat negara," kata Direktur Jenderal Kontra intelijen Kementerian Intelijen Iran seperti dikutip dari kantor berita Iran,Mehr, Selasa (27/7/2021).
Dia menambahkan bahwa sejumlah besar senjata dan amunisi, termasuk pistol, granat, senapan Winchester, senapan dan amunisi juga disita selama operasi penangkapan tersebut.
Pihak Kementerian Intelijen Iran menyatakan agen Mossad bermaksud untuk menggunakan peralatan tersebut selama kerusuhan dan pembunuhan. Kementerian itu juga mengatakan bahwa selama hari-hari pemilu, Israel berulang kali berusaha untuk melakukan tindakan sabotase di berbagai bagian negara namun berhasil digagalkan.
Belum ada respons dari Israel terkait klaim Iran ini.
Pengumuman ini muncul ditengah aksi demonstrasi krisis air yang meletus di Iran. Aksi demonstrasi itu pun telah meluas hingga ke Ibu Kota Teheran dengan demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang para penguasa Iran.
“Para ulama jelas tersesat,” teriak para pengunjuk rasa dalam satu video, merujuk pada para ulama yang berkuasa di Iran.
Video lain menunjukkan pengunjuk rasa meneriakkan “matilah diktator,” nyanyian yang digunakan secara teratur dalam demonstrasi anti-pemerintah di Iran melawan otoritas tertinggi negara itu, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Baca juga: Protes Meluas ke Teheran, Demonstran Kecam Pemimpin Tertinggi Iran
Protes awalnya terkonsentrasi di daerah mayoritas Arab di provinsi Khuzestan barat daya yang kaya minyak, yang merupakan rumah bagi etnis Arab yang telah lama mengeluhkan diskriminasi di Iran.
Meski demikian, demonstrasi telah menyebar ke lebih banyak kota di Khuzestan, serta ke bagian lain negara itu.
Iran sejauh ini telah mengkonfirmasi kematian lima orang, termasuk seorang petugas polisi, dalam kekerasan yang terkait dengan protes.
Para pejabat Iran menyalahkan “perusuh” yang tidak dikenal atas kematian tersebut.
Baca juga: Protes Krisis Air di Iran Makin Memanas, Lima Orang Tewas dalam Bentrok
Aktivis menolak narasi oleh pemerintah dan menegaskan jatuhnya korban jiwa disebabkan oleh pasukan keamanan yang menembaki pengunjuk rasa.
HRANA mengatakan telah dapat mengidentifikasi 10 orang tewas dan 102 orang ditahan sehubungan dengan protes di Khuzestan.
Amnesty International mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan delapan pengunjuk rasa dan warga sekitar di Khuzestan sejak protes meletus di provinsi itu pada 15 Juli.
Baca juga: Dikritik PBB Soal Penanganan Demonstrasi, Iran Kesal
"Menyusul kegiatan intelijen pasukan Kementerian Intelijen Iran, jaringan anggota Organisasi Mata-mata rezim Zionis (Mossad) ditangkap di perbatasan barat negara," kata Direktur Jenderal Kontra intelijen Kementerian Intelijen Iran seperti dikutip dari kantor berita Iran,Mehr, Selasa (27/7/2021).
Dia menambahkan bahwa sejumlah besar senjata dan amunisi, termasuk pistol, granat, senapan Winchester, senapan dan amunisi juga disita selama operasi penangkapan tersebut.
Pihak Kementerian Intelijen Iran menyatakan agen Mossad bermaksud untuk menggunakan peralatan tersebut selama kerusuhan dan pembunuhan. Kementerian itu juga mengatakan bahwa selama hari-hari pemilu, Israel berulang kali berusaha untuk melakukan tindakan sabotase di berbagai bagian negara namun berhasil digagalkan.
Belum ada respons dari Israel terkait klaim Iran ini.
Pengumuman ini muncul ditengah aksi demonstrasi krisis air yang meletus di Iran. Aksi demonstrasi itu pun telah meluas hingga ke Ibu Kota Teheran dengan demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang para penguasa Iran.
“Para ulama jelas tersesat,” teriak para pengunjuk rasa dalam satu video, merujuk pada para ulama yang berkuasa di Iran.
Video lain menunjukkan pengunjuk rasa meneriakkan “matilah diktator,” nyanyian yang digunakan secara teratur dalam demonstrasi anti-pemerintah di Iran melawan otoritas tertinggi negara itu, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Baca juga: Protes Meluas ke Teheran, Demonstran Kecam Pemimpin Tertinggi Iran
Protes awalnya terkonsentrasi di daerah mayoritas Arab di provinsi Khuzestan barat daya yang kaya minyak, yang merupakan rumah bagi etnis Arab yang telah lama mengeluhkan diskriminasi di Iran.
Meski demikian, demonstrasi telah menyebar ke lebih banyak kota di Khuzestan, serta ke bagian lain negara itu.
Iran sejauh ini telah mengkonfirmasi kematian lima orang, termasuk seorang petugas polisi, dalam kekerasan yang terkait dengan protes.
Para pejabat Iran menyalahkan “perusuh” yang tidak dikenal atas kematian tersebut.
Baca juga: Protes Krisis Air di Iran Makin Memanas, Lima Orang Tewas dalam Bentrok
Aktivis menolak narasi oleh pemerintah dan menegaskan jatuhnya korban jiwa disebabkan oleh pasukan keamanan yang menembaki pengunjuk rasa.
HRANA mengatakan telah dapat mengidentifikasi 10 orang tewas dan 102 orang ditahan sehubungan dengan protes di Khuzestan.
Amnesty International mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan delapan pengunjuk rasa dan warga sekitar di Khuzestan sejak protes meletus di provinsi itu pada 15 Juli.
Baca juga: Dikritik PBB Soal Penanganan Demonstrasi, Iran Kesal
(ian)
Lihat Juga :