Sebuah Kelab Telanjang yang Populer di AS Diubah Jadi Gereja

loading...
Sebuah Kelab Telanjang yang Populer di AS Diubah Jadi Gereja
Para jemaat berkumpul di Open Door Baptist Church of Anchorage, gereja yang dulunya bangunan kelab tari telanjang populer di Alaska, AS. Foto/Christianty Daily
ANCHORAGE - Bangunan yang menampung kelab tari telanjang Fantasies on Fifth yang pernah populer di Alaska, Amerika Serikat (AS), telah diubah menjadi gereja.

Listrik padam ketika pendeta dan jemaat pertama kali tiba, tetapi senter ponsel mengungkapkan karpet hitam dan merah, tempat duduk stan, ruang pertunjukan pribadi, tiang, catwalk, panggung, dan meja dan kursi bar besar berada di antara dekorasi Halloween yang masih dipajang setelah kelab itu ditutup tiba-tiba beberapa tahun yang lalu.

Baca juga: Afghanistan di Ujung Tanduk, AS Bersumpah Terus Bombardir Taliban

Berkat putri seorang mantan penari eksotis, Linda Dunegan, kelab tari telanjang terkemuka yang sebelumnya menggoda turis dari jalan raya utama menuju Anchorage sekarang menjadi gereja untuk penebusan jiwa, bukan godaan tubuh fana.



Menurut laporan AP, Senin (26/7/2021), tentang gereja itu, Dunegan berpikir bahwa itu memang campur tangan ilahi yang bekerja ketika bangunan yang pernah menampung Fantasies on Fifth diubah menjadi Open Door Baptist Church of Anchorage [Gereja Baptis Pintu Terbuka Anchorage] yang baru, dengan lantai pertunjukan diubah menjadi tempat perlindungan dan tiang penari diganti dengan mimbar.

"Gereja ini muncul karena saya berdoa selama lima tahun," kata Dunegan, yang lahir di Vietnam dan tiba di AS pada 1975.

Pada awal 1980-an, dia dan Ibunya datang ke Anchorage, di mana Ibunya pertama kali bekerja sebagai pelayan dan kemudian pindah ke tarian eksotis di berbagai bar untuk memenuhi kebutuhan.

Menurut laporan itu, Dunegan tidak yakin apakah Ibunya menari di kelab tari telanjang tersebut. Dunegan berusaha begitu lama untuk memperoleh bangunan itu untuk dijadikan sebuah gereja.

Dia menjelaskan bahwa dia telah mencoba untuk membeli bangunan itu sebelumnya tetapi harus membatalkan usahanya ketika dia dan pemiliknya tidak dapat mencapai kesepakatan. Pemilik kemudian memberi waktu kepada agen real estate seminggu untuk menjual bangunan dan menyarankan agen itu untuk menghubungi Dunegan, dan begitulah bekas situs pesta pora menjadi gereja.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top