Kesenjangan Masih Terjadi di Eropa Meski Target 70% Pengiriman Vaksin Terpenuhi

loading...
Kesenjangan Masih Terjadi di Eropa Meski Target 70% Pengiriman Vaksin Terpenuhi
Ilustrasi
BRUSSELS - Kesenjangan dalam cakupan vaksin tetap ada di seluruh benua Eropa, meskipun Uni Eropa (UE) mengatakan bahwa mereka telah mencapai target pengiriman vaksin Covid-19 yang cukup untuk mencakup 70 persen populasi dewasa di blok itu. Kisaran 70 persen adalah target minimal untuk bisa mencapai kekebalan kawanan.

Sementara itu, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), varian Delta dengan cepat menjadi strain yang dominan, karena 60 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris September lalu.

Baca: Eropa Akui Ahli Bunuh Varian Delta dengan Campur 2 Vaksin Covid-19

Presiden Komisi UE, Ursula von der Leyen pada 10 Juli lalu mengatakan bahwa target pengiriman telah tercapai. Di mana blok tersebut telah mencapai tujuannya, yakni memberikan vaksin Covid-19 yang cukup untuk memvaksinasi sepenuhnya, setidaknya 70 persen dari populasi orang dewasa di wilayah itu.



Sementara lebih dari 242 juta orang dewasa di UE telah menerima dosis pertama mereka dan hampir 182 juta telah divaksinasi penuh pada pertengahan Juli, populasi di beberapa negara di pinggiran timur Eropa kurang bersemangat untuk menyingsingkan lengan baju mereka untuk mendapat suntikan.

"Kurang dari 18 persen dari semua orang dewasa di Bulgaria telah menerima dosis pertama mereka, sementara 16,1 persen divaksinasi penuh, meskipun UE telah mendistribusikan ke negara itu lebih dari 82 dosis per 100 penduduk ke negara itu," kata EDCC.

Baca: Menlu Retno: Dikuasai Amerika dan Eropa, Membuat Distribusi Vaksin Dunia Masih Timpang

Di Rumania, hampir 31 persen populasi telah menerima dosis pertama dan 30 persen telah divaksinasi lengkap. Meskipun situasi yang lebih cerah dilaporkan di Latvia, Slovakia, Kroasia, dan Slovenia, tingkat vaksinasi masih jauh di belakang target 70 persen.

“Sirkulasi di antara populasi besar yang tidak divaksinasi dapat menyebabkan jumlah kasus yang tinggi, dan semakin banyak kasus, semakin banyak peluang virus untuk bermutasi,” ucap Hans Henri P. Kluge, direktur regional WHO untuk Eropa, seperti dilansir Xinhua.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top