Indonesia Disebut akan Beli Lebih Banyak Jet Latih KAI T-50 dari Korea Selatan

Jum'at, 23 Juli 2021 - 18:01 WIB
loading...
Indonesia Disebut akan...
Korea Aerospace Industries menyatakan menjual enam lagi jet latih T-50i pada Indonesia, dengan nilai kontrak USD240 juta. Foto/KAI
A A A
SEOUL - Indonesia telah menandatangani kontrak untuk membeli lebih banyak jet latih KAI T-50 asal Korea Selatan . Pada saat yang sama, Thailand menunjukkan keinginannya menambah persediaan jet jenis yang sama.

Kontrak ini menandai kesuksesan lanjutan untuk pesawat buatan Korea Selatan (Korsel) tersebut. Laporan tersebut diungkapkan Defense News.

“Korea Aerospace Industries (KAI) membuat pengajuan dokumen ke bursa efek Seoul pada 20 Juli dengan mengumumkan penjualan enam jet latih T-50i lagi ke Indonesia, dengan nilai kontrak USD240 juta,” ungkap laporan Defense News.

Baca juga: Taliban Bantai Lebih dari 100 Warga Afghanistan di Perbatasan Pakistan

Ini akan membuat armada pesawat latih canggih T-50i Indonesia menjadi 20 pesawat, dengan 16 pesawat diperoleh pada 2012 untuk menggantikan pesawat latih BAE Systems Hawk 53 yang lebih tua dari era 1980-an.

Baca juga: Serangan Taliban Menggila, Tajikistan Siap Tampung 100.000 Pengungsi Afghanistan

Kehadiran T-50i meningkatkan peran pelatihan pesawat tempur canggih dan terdepan yang dimiliki Indonesia.

Baca juga: Militer Denmark Lihat Dua Kapal Perang Iran di Laut Baltik, Diduga ke Rusia

“Pengiriman T-50i dimulai pada 2014 dan selesai pada 2018, tetapi dua pesawat kemudian terlibat dalam kecelakaan pada 2015 dan Agustus lalu,” papar laporan Defense News.

Pesawat latih T-50i awalnya dikirim tanpa radar atau persenjataan, tetapi Indonesia menandatangani kontrak dengan KAI pada 2018 untuk memasang kembali radar dan meriam 20 mm ke armadanya, dengan pekerjaan yang akan selesai sekitar tahun ini.

Angkatan Udara Indonesia kemungkinan akan menggunakan pesawat baru itu untuk secara progresif menggantikan armada pesawat latih dan serang ringan BAE Hawk 109/209, yang telah beroperasi sejak tahun 1990-an.

KAI telah membukukan sejumlah keberhasilan ekspor dengan keluarga pesawat latih dan jet tempur ringan T-50, dengan Filipina, Korea Selatan dan Thailand juga mengoperasikan tipe tersebut.

Thailand juga telah mengumumkan sedang berusaha meningkatkan armada T-50-nya, dengan Angkatan Udara Kerajaan Thailand atau Direktorat Operasi RTAF ingin membeli dua pesawat latih T-50TH lagi.

Thailand sudah memiliki 12 pesawat T-50TH dalam pelayanan atau pesanan dengan KAI. Tipe ini secara progresif menggantikan pesawat latih Aero-Vodochody L-39 Albatross RTAF.

Thailand kemudian menandatangani kontrak dengan KAI pada 2019 untuk meningkatkan radar dan sistem peperangan elektronik armadanya.

Malaysia juga dikatakan sedang mempertimbangkan T-50 untuk program Pesawat Tempur Ringannya sendiri.

Jenis tersebut telah menjadi pesaing untuk program jet latih T-X Angkatan Udara Amerika Serikat yang kemudian dimenangkan Boeing T-7 Red Hawk.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
Pabrik Senjata dan Dirgantara...
Pabrik Senjata dan Dirgantara Meledak di Korsel Tewaskan 5 Orang, Apakah Ada Sabotase?
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
‘Senjata Energi’...
‘Senjata Energi’ Putin Akan Bunuh Lebih Banyak Orang di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved