Seminggu Banjir Eropa, Lebih dari 150 Orang Masih Hilang

Jum'at, 23 Juli 2021 - 01:39 WIB
loading...
A A A
"Cuaca buruk akan bersifat lokal dan jangka pendek, seperti badai petir musim panas normal. Mungkin ada badai, hujan es atau hujan lebat untuk waktu yang singkat, tetapi kita tidak akan melihat hujan terus menerus selama dua hari," imbuhnya.

Pada kunjungan ke negara bagian Rhineland-Palatinate pada hari Minggu kemarin, kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kehancuran itu nyata.

"Saya hampir bisa mengatakan bahwa bahasa Jerman tidak memiliki kata-kata untuk kehancuran," ucapnya kala itu.

Baca juga: Kemlu Sebut Tidak Ada WNI Jadi Korban Banjir Jerman

Perdana Menteri negara bagian, Armin Laschet, yang juga kandidat Partai Konservatif untuk menggantikan Merkel dalam pemilihan federal mendatang, mengatakan banjir adalah "bencana proporsi bersejarah" bagi negara bagian, dan meminta dunia untuk mempercepat upayanya untuk berjuang dan beradaptasi dengan perubahan iklim.

Para ahli mengatakan peristiwa cuaca aneh seperti banjir dan gelombang panas baru-baru ini dan kebakaran hutan di Kanada dan Amerika Serikat (AS) adalah tanda dampak perubahan iklim.

"Kita berada pada titik di mana semua orang di planet ini sekarang telah merasakan dampak perubahan iklim itu sendiri, atau setidaknya seseorang yang mereka cintai atau kenal. Itu berputar semakin dekat," ujar Direktur Institute of Arctic and Alpine Research Merritt Turetsky.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Mahasiswa Sains Komunikasi...
Mahasiswa Sains Komunikasi MNC University Raih Runner Up 2 Putri Budaya Banten 2026
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
Infografis
Lebih dari 1 Juta Tentara...
Lebih dari 1 Juta Tentara Ukraina Tewas dan Terluka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved