Biden Akui Pertama Kali Merasa Seperti Pemimpin Dunia Saat Duduk Depan Putin

Kamis, 22 Juli 2021 - 16:01 WIB
loading...
Biden Akui Pertama Kali...
Presiden AS Joe Biden duduk samping Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/sputnik
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengakui dia pertama kali merasa seperti pemimpin dunia bebas ketika dia duduk berhadapan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Anda selalu mendengar 'pemimpin dunia bebas.' Yah, saya menyadari ketika saya duduk di seberang Putin, yang saya kenal, dia tahu siapa saya. Saya tahu siapa dia. Dia tahu maksud saya apa yang saya katakan dan bisa melakukan apa yang saya katakan," papar Biden saat wawancara CNN.

Biden menambahkan, "Ini pertama kalinya saya merasakan gagasan bahwa saya berada di kantor yang merupakan pemimpin dunia bebas."

Baca juga: Arab Saudi Larang Warganya Pergi ke Indonesia karena Pandemi COVID-19

Setelah pertemuan langsung pertama mereka di Jenewa pada Juni, Putin dan Biden menyatakan niat meluncurkan dialog stabilitas strategis yang komprehensif dan memulai konsultasi tentang keamanan, pengendalian senjata, dan potensi pertukaran tahanan.

Baca juga: Suriah Tembak Jatuh 7 dari 8 Rudal Israel yang Diluncurkan dari Jet Tempur F-16

Sebelum pertemuan itu, Biden menyebut rekannya dari Rusia itu "cerdas" dan "tangguh", serta "musuh yang layak."

Baca juga: Jenderal Top AS: Setengah Wilayah Pusat Afghanistan Dikuasai Taliban

Pertemuan itu terjadi tepat setelah Biden melakukan perjalanan ke Eropa untuk konferensi tingkat tinggi (KTT) G7 dan NATO.

Ketegangan AS dan Rusia meningkat menyusul laporan intel AS tentang dugaan peran Moskow dalam serangan siber SolarWinds dan campur tangan dalam pemilu presiden 2020.

Setelah pemerintahan Biden menyelesaikan tinjauan intelijen, Washington memperkenalkan serangkaian sanksi anti-Rusia baru.

Pada Maret, Biden memicu badai diplomatik setelah wawancara dengan ABC News, saat dia mengklaim Presiden Rusia Vladimir Putin akan "membayar harga" atas dugaan campur tangan dalam pemilu AS dan menjawab dengan tegas ketika ditanya apakah dia menganggap Putin sebagai "pembunuh."

Rusia kemudian memanggil pulang duta besarnya dari Washington untuk konsultasi tentang keseluruhan hubungan bilateral.

Dalam wawancara dengan badan penyiar AS, NBC, Putin mengatakan dia tidak khawatir tentang retorika keras seperti itu dan mengaitkannya dengan budaya AS secara keseluruhan.

Menurut NBC, Putin menyebut label "pembunuh" pada dirinya oleh Biden itu sebagai gaya "Hollywood macho" yang ditunjukkan presiden AS.

"Saya telah mendengar lusinan tuduhan seperti itu, terutama selama periode beberapa peristiwa besar, selama upaya kontraterorisme kami di Kaukasus Utara. Dan ketika itu terjadi, saya selalu dipandu oleh kepentingan rakyat Rusia, negara Rusia," tutur Putin.

Sebelumnya, pemimpin Rusia itu mengomentari kata-kata Biden, berharap kesehatannya baik dan mengingatkannya bahwa mengevaluasi orang lain seperti melihat ke dalam cermin.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Daftar Juara Piala Dunia...
Daftar Juara Piala Dunia U-17: Jerman Baru Pertama Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved