Kekuatan Intelijen AS Makin Melemah, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
Minggu, 04 Mei 2025 - 20:20 WIB
loading...
Kekuatan intelijen AS makin melemah. Foto/X/@CIA
A
A
A
WASHINGTON - Kekuatan intelijen Amerika Serikat (AS) makin melemah. Itu disebabkan Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memangkas personel secara signifikan di Badan Intelijen Pusat (CIA) dan unit mata-mata utama AS lainnya.
Itu pertama kali diungkap The Washington Post. Trump menganggap bahwa itu merupakan sebuah langkah yang dipandang sebagai bagian dari upayanya untuk merampingkan badan-badan pemerintah utama.
CIA berencana memangkas 1.200 posisi, bersama dengan ribuan lainnya dari bagian lain komunitas intelijen AS.
Anggota Kongres dilaporkan telah diberi tahu tentang rencana pemangkasan tersebut, yang akan berlangsung selama beberapa tahun dan sebagian akan dicapai melalui pengurangan perekrutan alih-alih PHK, tambah laporan tersebut.
Ketika ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara badan tersebut tidak mengonfirmasi secara spesifik, tetapi mengatakan bahwa direktur CIA, John Ratcliffe, "bergerak cepat untuk memastikan tenaga kerja CIA tanggap terhadap prioritas keamanan nasional pemerintah".
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi holistik untuk memberikan energi baru bagi badan tersebut, menyediakan kesempatan bagi para pemimpin baru untuk muncul, dan menempatkan CIA pada posisi yang lebih baik untuk melaksanakan misinya,” kata juru bicara tersebut.
Ratcliffe yang ditunjuk Trump, yang dilantik sebagai direktur CIA pada bulan Januari, sebelumnya mengatakan kepada anggota parlemen bahwa, di bawah kepemimpinannya, badan tersebut akan "menghasilkan analisis yang mendalam, objektif, dari semua sumber, tidak akan pernah membiarkan bias politik atau pribadi mengaburkan penilaian kami atau menginfeksi produk kami".
Itu pertama kali diungkap The Washington Post. Trump menganggap bahwa itu merupakan sebuah langkah yang dipandang sebagai bagian dari upayanya untuk merampingkan badan-badan pemerintah utama.
CIA berencana memangkas 1.200 posisi, bersama dengan ribuan lainnya dari bagian lain komunitas intelijen AS.
Anggota Kongres dilaporkan telah diberi tahu tentang rencana pemangkasan tersebut, yang akan berlangsung selama beberapa tahun dan sebagian akan dicapai melalui pengurangan perekrutan alih-alih PHK, tambah laporan tersebut.
Ketika ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara badan tersebut tidak mengonfirmasi secara spesifik, tetapi mengatakan bahwa direktur CIA, John Ratcliffe, "bergerak cepat untuk memastikan tenaga kerja CIA tanggap terhadap prioritas keamanan nasional pemerintah".
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi holistik untuk memberikan energi baru bagi badan tersebut, menyediakan kesempatan bagi para pemimpin baru untuk muncul, dan menempatkan CIA pada posisi yang lebih baik untuk melaksanakan misinya,” kata juru bicara tersebut.
Ratcliffe yang ditunjuk Trump, yang dilantik sebagai direktur CIA pada bulan Januari, sebelumnya mengatakan kepada anggota parlemen bahwa, di bawah kepemimpinannya, badan tersebut akan "menghasilkan analisis yang mendalam, objektif, dari semua sumber, tidak akan pernah membiarkan bias politik atau pribadi mengaburkan penilaian kami atau menginfeksi produk kami".
Lihat Juga :