Pria Kenya Dituduh Merencanakan Serangan Ala 11/9 di AS
Kamis, 17 Desember 2020 - 14:11 WIB
loading...
AS dakwa seorang pria Kenya merencanakan serangan ala 11/9. Foto/Al Arabiya
A
A
A
NEW YORK - Pihak keamanan federal Amerika Serikat (AS)mendakwa seorang pria asal Kenya mencoba melakukan serangan gaya 11 September atau 11/9 di AS atas nama organisasi teroris al-Shabab .
Cholo Abdi Abdullah (30), yang ditangkap di Filipina pada 2019, dipindahkan ke tahanan AS pada Selasa lalu atas tuduhan berencana untuk membajak sebuah pesawat dan menabrakannya ke sebuah gedung.
Jaksa penuntut mengatakan Abdullah mendapat pelatihan penerbangan di Filipina antara 2017 dan 2019 serta memperoleh lisensi pilot sebagai persiapan untuk melakukan serangan. Selama waktu itu, pihak berwenang mengatakan dalam rilisnya, Abdullah meneliti cara dan metode untuk membajak pesawat komersial, termasuk cara menerobos pintu kokpit dan informasi tentang gedung tertinggi di kota besar AS.
Abdullah, kata jaksa penuntut, mulai merencanakan serangan pada 2016 di bawah arahan seorang komandan al-Shabab yang juga terlibat dalam perencanaan serangan mematikan pada 2019 di sebuah hotel di Nairobi, Kenya.
Jaksa penuntut, dalam mengumumkan rencana pembajakan tersebut, mengatakan kelompok ekstremis tersebut baru-baru ini memulai serangkaian serangan teroris menyusul keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem.
Itu termasuk serangan 2019 yang menewaskan sekitar 21 orang - termasuk seorang pengusaha Amerika yang selamat dari serangan 9/11 di World Trade Center - di sebuah hotel di Nairobi.(Baca juga: Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya )
Cholo Abdi Abdullah (30), yang ditangkap di Filipina pada 2019, dipindahkan ke tahanan AS pada Selasa lalu atas tuduhan berencana untuk membajak sebuah pesawat dan menabrakannya ke sebuah gedung.
Jaksa penuntut mengatakan Abdullah mendapat pelatihan penerbangan di Filipina antara 2017 dan 2019 serta memperoleh lisensi pilot sebagai persiapan untuk melakukan serangan. Selama waktu itu, pihak berwenang mengatakan dalam rilisnya, Abdullah meneliti cara dan metode untuk membajak pesawat komersial, termasuk cara menerobos pintu kokpit dan informasi tentang gedung tertinggi di kota besar AS.
Abdullah, kata jaksa penuntut, mulai merencanakan serangan pada 2016 di bawah arahan seorang komandan al-Shabab yang juga terlibat dalam perencanaan serangan mematikan pada 2019 di sebuah hotel di Nairobi, Kenya.
Jaksa penuntut, dalam mengumumkan rencana pembajakan tersebut, mengatakan kelompok ekstremis tersebut baru-baru ini memulai serangkaian serangan teroris menyusul keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem.
Itu termasuk serangan 2019 yang menewaskan sekitar 21 orang - termasuk seorang pengusaha Amerika yang selamat dari serangan 9/11 di World Trade Center - di sebuah hotel di Nairobi.(Baca juga: Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya )
Lihat Juga :