Kapan Manusia Mulai Berperang untuk Pertama Kalinya?

Minggu, 04 Mei 2025 - 16:20 WIB
loading...
Kapan Manusia Mulai...
Manusia sudah sejalam mulai berperang. Foto/X/@Symmach_
A A A
WASHINGTON - Manusia telah saling membunuh sejak manusia ada. Namun, peperangan yang terorganisasi tampaknya baru muncul pada Zaman Neolitikum, ketika masyarakat tertentu mulai bercocok tanam dan tinggal di pemukiman permanen.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa peperangan Neolitikum berkembang dari bentrokan dan pembantaian skala kecil menjadi konflik yang lebih panjang dan lebih canggih.

Manusia purba terlibat dalam peperangan hanya dalam arti yang sangat luas. “Selama sebagian besar sejarah spesies kita, perang hanya berupa serangan kecil, tidak terorganisasi, dan terdesentralisasi yang sangat mirip dengan yang Anda lihat pada simpanse,” kata Luke Glowacki, asisten profesor antropologi di Universitas Boston, dan pakar evolusi perang. Selama masa ini, katanya, dilansir History.com. “Sekelompok individu [mungkin] bertemu seseorang dari kelompok lain dan membunuh mereka.”

Kapan Manusia Mulai Berperang untuk Pertama Kalinya?

1. Munculnya Pertanian—Munculnya Perang

Sekitar 12.000 tahun yang lalu, pertanian muncul di Bulan Sabit Subur, dan kepadatan populasi meningkat bahkan di daerah tanpa tanaman. “Pertanian tidak diperlukan” untuk peperangan, kata Glowacki, “tetapi tentu saja pertanian memfasilitasinya.”

Hingga saat ini, para peneliti belum menemukan bukti pasti bahwa peperangan terorganisasi mendahului apa yang disebut Revolusi Neolitikum. Namun, peperangan dasar diketahui telah terjadi segera setelahnya. Sebuah studi tahun 2016, misalnya, menyimpulkan bahwa pembantaian terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu di dekat Danau Turkana di Kenya, dengan korban yang menunjukkan tanda-tanda tangan terikat, luka panah, dan tengkorak retak.

"Saya menganggap ini sebagai bukti awal pembantaian yang paling dapat diandalkan," kata Glowacki, yang tidak terlibat dalam studi tersebut. "Mereka adalah pemburu-pengumpul, tetapi dengan beberapa persediaan makanan dan kemungkinan mobilitas yang lebih rendah." Ia menunjukkan bahwa pembantaian membutuhkan lebih banyak koordinasi dan perencanaan daripada "serangan balasan," bahwa pembantaian itu "menunjukkan perang yang lebih parah," dan bahwa pembantaian cenderung terjadi ketika manusia beralih dari gaya hidup bergerak ke gaya hidup yang tidak banyak bergerak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
4 Alasan Iran Kembali...
4 Alasan Iran Kembali Gempur Israel, Ingin Tunjukkan Solidaritas ke Hizbullah
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Tanggapi Surat Terbuka,...
Tanggapi Surat Terbuka, Putin Tolak Bertemu Empat Mata dengan Zelensky
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Berita Terkini
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved