AS Akan Mulai Evakuasi Warga Afghanistan yang Bantu Militer Amerika

Kamis, 15 Juli 2021 - 00:55 WIB
loading...
AS Akan Mulai Evakuasi...
AS akan mulai mengevakuasi warga Afghanistan yang membantu mereka dalam perang selama 20 tahun di negara itu. Foto/Al Jazeera
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Joe Biden akan memulai evakuasi warga Afghanistan yang membantu upaya militer Amerika Serikat (AS) dalam perang hampir 20 tahun selama minggu terakhir bulan Juli. Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior pemerintah.

Pejabat itu, yang tidak berwenang untuk berkomentar secara terbuka, mengatakan penerbangan Operasi Perlindungan Sekutu dari Afghanistan akan tersedia terlebih dahulu untuk pemohon visa imigran khusus yang sudah dalam proses mengajukan permohonan izin tinggal AS.

Presiden Joe Biden telah menghadapi tekanan dari anggota parlemen di kedua sisi untuk membuat rencana membantu mengevakuasi pembantu militer di Afghanistan jelang penarikan pasukan AS bulan depan.

Gedung Putih mulai memberi pengarahan kepada anggota parlemen tentang garis besar rencana mereka bulan lalu.

Baca juga: Bantu AS, Ribuan Warga Afghanistan Akan Dievakuasi

Perencanaan evakuasi berpotensi mempengaruhi puluhan ribu warga Afghanistan. Beberapa ribu warga Afghanistan yang bekerja untuk AS - ditambah anggota keluarga mereka - sudah dalam jalur aplikasi untuk visa imigran khusus.

Pemerintahan Biden juga telah berupaya mengidentifikasi negara ketiga atau wilayah AS yang dapat menampung warga Afghanistan saat aplikasi visa mereka diproses.

"Pemerintah menimbang menggunakan pesawat komersial yang disewa Departemen Luar Negeri, bukan pesawat militer," menurut seorang pejabat pemerintah AS lain yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas pertimbangan internal.

Baca juga: George Bush Sebut Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan Kesalahan Besar

"Tetapi jika pada tahap tertentu Departemen Luar Negeri meminta pesawat militer, militer AS akan siap membantu," imbuh pejabat AS itu seperti dikutip dari AP, Kamis (15/7/2021).

Tracey Jacobson, kepala misi tiga kali di Tajikistan, Turkmenistan dan Kosovo, memimpin Unit Koordinasi Departemen Luar Negeri yang akan memenuhi komitmen presiden Biden di bawah Operasi Perlindungan Sekutu. Unit itu juga mencakup perwakilan dari departemen Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri.

Russ Travers, wakil penasihat Keamanan Dalam Negeri dan mantan kepala Pusat Kontraterorisme Nasional, sedang mengoordinasikan proses kebijakan antarlembaga tentang Operasi Sekutu Refuge, kata para pejabat.

Baca juga: AS Mengaku Khawatir dengan Perkembangan Situasi di Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved