Takut Dieksekusi Taliban, Satu Keluarga Afghanistan Terdampar di Bandara Turki

Rabu, 14 Juli 2021 - 22:47 WIB
loading...
Takut Dieksekusi Taliban,...
Satu keluarga Afghanistan terdampar di Bandara Turki karena takut dihukum mati oleh Taliban jika kembali ke negara mereka. Foto/CBS News
A A A
ANKARA - Amerika Serikat (AS) telah mengakhiri perang 20 tahun di Afghanistan , tetapi tampaknya penarikan pasukan Amerika semakin membuat Taliban kembali ke posisi berkuasa. Seiring langkah pemberontak merebut kembali wilayah pada tingkat yang mengkhawatirkan, ribuan warga Afghanistan - yang takut pengambilalihan militer oleh kelompok fundamentalis Islam itu - mencari cara untuk melarikan diri dari negara mereka.

Bagi sebagian besar tidak ada jalan keluar, dan bahkan bagi mereka yang memiliki kemampuan, jalan menuju perlindungan masih jauh dari jelas. Satu keluarga berhasil keluar dari Afghanistan hanya untuk menemukan diri mereka terjebak di bandara tanpa tujuan, dan tidak ada tawaran bantuan.

Farshad, yang hanya ingin menggunakan nama depannya, telah terdampar di bandara internasional di Istanbul, Turki dengan 15 anggota keluarganya, termasuk dua anak dan tujuh wanita, sejak mereka melarikan diri dari Afghanistan pada 22 Juni lalu. Keputusan untuk mengeluarkan seluruh keluarga dari Afghanistan dibuat setelah Taliban membunuh salah satu kerabat Farshad di kota selatan Herat.

Keluarga tersebut memutuskan untuk menjual rumah mereka dan membeli tiket pertandingan kejuaraan sepak bola Euro 2020 di Rusia. Rencananya adalah sampai di sana dan kemudian meminta suaka. Namun keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka dilarang naik ke penerbangan lanjutan mereka ke Rusia di Istanbul dan diancam akan dideportasi oleh polisi perbatasan Turki dan pejabat maskapai.

“Kartu masuk kami kedaluwarsa dan kami tidak dapat membeli makanan. Kami hampir tidak menemukan susu untuk anak berusia 2 tahun (dan ketika kami melakukannya) itu membuatnya sakit,” kata Farshad seperti dikutip dari CBS News, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Beredar Video Taliban Eksekusi 22 Pasukan Komando Afghanistan

Meski tidak dapat melanjutkan perjalanan, mereka menolak untuk dipulangkan ke Afghanistan karena takut akan keselamatan nyawa mereka di bawah Taliban. Keluarga itu pun dibiarkan terdampar di bandara. Mereka menghabiskan 16 hari di terminal sebelum pihak berwenang memindahkan mereka ke fasilitas penahanan.

"Kami 16 warga Afghanistan yang terjebak di bandara selama 17 hari. Kami tinggal di sini tanpa makanan, air atau susu untuk bayi kami. Kami memiliki orang sakit, dan tidak ada yang membantu kami dengan perawatan," kata salah satu perempuan anggota keluarga itu dalam sebuah video yang dibagikan dengan CBS News minggu lalu.

"Kami melarikan diri dari Afghanistan karena situasi yang mengancam jiwa dengan Taliban. Kami berada dalam bahaya dan di bawah ancaman pembunuhan dan kematian. Kami tidak akan kembali ke Afghanistan, dan kami menginginkan perlindungan," imbuhnya.

Dalam video lain yang dikirim oleh keluarga, seorang wanita muda terlihat berbaring di kursi bandara, jelas merasa tidak nyaman.

"Dia kesakitan di bandara internasional Turki," kata seorang kerabat laki-laki. "Tidak ada yang peduli," sambungnya.

"Dia kesakitan lebih dari 10 hari, dan tidak ada yang merawatnya, dan kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami tidak memiliki akses ke obat-obatan dan perawatan medis," kata pria yag lain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Fantastis! Bangladesh...
Fantastis! Bangladesh Sita Harta Mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina Rp112 Triliun
Rekomendasi
Usai Diduga Singgung...
Usai Diduga Singgung Syifa Hadju, Anjasmara Minta Maaf: Bukan Orang yang Kalian Kira
KPK Tak Bisa Ambil Alih...
KPK Tak Bisa Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah seperti Pungut Barang di Jalan
Keonho CORTIS Alami...
Keonho CORTIS Alami Patah Tulang Jelang Tur Solo Perdana
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved