Kabul Desak Eropa Hentikan Deportasi Paksa Imigran Asal Afghanistan

Senin, 12 Juli 2021 - 14:56 WIB
loading...
Kabul Desak Eropa Hentikan...
Afghanistan telah mendesak negara-negara Eropa untuk menghentikan deportasi paksa para migran Afghanistan, setidaknya selama tiga bulan ke depan. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Afghanistan telah mendesak negara-negara Eropa untuk menghentikan deportasi paksa para migran Afghanistan, setidaknya selama tiga bulan ke depan. Desakan ini datang ketika Kabul tengah direpotkan oleh serangan sporadis dari Taliban.

Afghanistan menghadapi krisis ketika para pemberontak merebut wilayah di seluruh pedesaan, meregangkan pasukan pemerintah dan menyebabkan gelombang baru keluarga-keluarga terlantar. Semua itu diperumit dengan pandemi Covid-19.

“Meningkatnya kekerasan oleh kelompok teroris Taliban di negara ini dan penyebaran gelombang ketiga (Covid-19) telah menyebabkan banyak kerusuhan ekonomi dan sosial, menciptakan kekhawatiran dan tantangan bagi rakyat," kata Kementerian Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan.

"Keputusan pemerintah menekankan bahwa negara tuan rumah harus menahan diri dari mendeportasi paksa pengungsi Afghanistan selama tiga bulan ke depan," sambungya. Baca juga: 90% Pasukan AS Sudah Hengkang, Afghanistan Semakin Sendirian Hadapi Taliban

Kementerian itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (12/7/2021) mengatakan bahwa adanya gelombang pengungsi yang kembali dari Eropa adalah sesuatu yang mengkhawatirkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Lepas dari China, Uni...
Lepas dari China, Uni Eropa Jadikan India Mitra Kunci Kolaborasi Teknologi
Mantan Kepala Badan...
Mantan Kepala Badan Anti-Teror Sebut AS Abaikan Temuan Intelijen soal Serang Iran
Rekomendasi
Fanomenon Coachella...
Fanomenon Coachella Versi K-Pop Resmi Diluncurkan, Target Raup Rp12 Triliun
Adab Suami Istri agar...
Adab Suami Istri agar Rumah Tangga Samawa, Imam Ghazali: Bukan Sekadar Tidak Menyakiti
Membuka Kotak Pandoro...
Membuka Kotak Pandoro Dalam Kasus Eks Jampidsus
Berita Terkini
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Penegasan sebagai Negara...
Penegasan sebagai Negara Yahudi, Bahasa Arab Dilarang Digunakan Warga Palestina di Israel
Kim Jong-un Ajak Putrinya...
Kim Jong-un Ajak Putrinya Peringati Perang Korea untuk Pertama Kalinya, Ini Penampakannya
Dramatis, FSB Tangkap...
Dramatis, FSB Tangkap Pria Rusia atas Tuduhan Jadi Mata-mata Five Eyes
Infografis
Konten Kreator Muslim...
Konten Kreator Muslim asal Israel Beli Paspor Rp2 Miliar demi Masuk Malaysia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved