'Presiden Haiti Jovenel Moise Dibunuh oleh Agen Keamanannya Sendiri...'

Sabtu, 10 Juli 2021 - 14:39 WIB
loading...
A A A
"Kami perlu tahu siapa di balik ini, nama mereka, latar belakang mereka agar keadilan bisa ditegakkan," ujarnya yang menolak disebutkan namanya.

Polisi mengatakan 28 anggota regu pembunuh asal Kolombia dan AS telah melakukan serangan mematikan terhadap Presiden Moise, tetapi polisi masih mencari dalangnya.

Petugas polisi senior, yang secara langsung bertanggung jawab atas keamanan Moise, berada di "kursi panas" dan telah dipanggil untuk menghadap ke pengadilan.

Beberapa tersangka telah ditangkap setelah membobol kantor yang dianggap sebagai Kedutaan Taiwan. Pihak Taipei mengonfirmasi hal itu.

Beberapa tersangka diarak di depan media pada hari Kamis. Masyarakat marah dan mencoba membakar para tersangka.

Pemerintah Kolombia pada hari Jumat mengatakan 17 mantan tentaranya diduga terlibat dalam pembunuhan itu. Presiden Kolombia Ivan Duque telah mengatakan kepada pejabat Haiti bahwa Bogota akan bekerja sama dalam penyelidikan.

Serangan itu semakin membuat negara termiskin di benua Amerika itu tidak stabil, diganggu oleh ketidakamanan.

Haiti sudah berada di tengah-tengah krisis institusional, yakni Moise tidak menyelenggarakan pemilu sejak dia berkuasa pada awal 2017 dan negara itu tidak memiliki parlemen sejak Januari 2020. Moise telah memerintah melalui dekrit.

Salah satu tindakan terakhir Moise sebagai presiden pada hari Senin adalah menunjuk perdana menteri baru, Ariel Henry. Dia belum menjabat ketika Moise terbunuh.

Beberapa jam setelah pembunuhan itu, pendahulu Henry, Claude Joseph, mengatakan dia yang bertanggung jawab untuk memerintah negara.

Sementara oposisi menuduh Joseph terlibat perebutan kekuasaan. Utusan PBB untuk Haiti, Helen La Lime, mengatakan dia memiliki wewenang karena Henry belum dilantik.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
Krisis Demografi China:...
Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Berita Terkini
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved