Selandia Baru Perpanjang Lockdown Satu Pekan

Senin, 20 April 2020 - 19:37 WIB
loading...
Selandia Baru Perpanjang...
Pemerintah Selandia Baru memutuskan memperpanjang masa penguncian wilayah selama satu pekan, meski kasus infeksi Covid-19 di negara itu terus mengalami penurunan. Foto/Ist
A A A
WELLINGTON - Pemerintah Selandia Baru memutuskan memperpanjang masa penguncian wilayah selama satu pekan, meski kasus infeksi Covid-19 di negara itu terus mengalami penurunan. Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern optimis negaranya dapat segera menghentikan pandemi.

Ardern yang berbicara pasca petermuan kabinet menuturkan bahwa pemerintah memutuskan untuk mempepanjang masa penguncian wilayah di level tertinggi hingga tanggal 27 April mendatang.

"Kami telah melakukan apa yang sangat sedikit negara mampu lakukan, kami telah menghentikan gelombang kehancuran. Tingkat transmisi kami sekarang 0,48, di luar negeri rata-rata 2,5 orang," ucap Ardern.

Dia lalu mengatakan, setelah tanggal 27 April, pemerintah Selandia Baru akan menurunkan level penguncian ke Tingkat Tiga. "Selandia Baru akan berada di Tingkat Tinggi selama dua pekan," ungkapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (20/4/2020).

Di bawah penguncian Tingkat Tiga, orang-orang harus tetap berada di rumah kecuali mereka harus pergi untuk bekerja, belanja, atau berobat. Bisnis diperbolehkan untuk dilanjutkan dan sekolah dapat dibuka kembali untuk beberapa siswa, dan pemakaman serta pernikahan hingga 10 orang juga diperbolehkan.

Selandia Baru sejauh ini mengkonfirmasi 1.440 kasus infeksi Covid-19, termasuk sembilan orang pada hari Minggu. Setidaknya 12 orang meninggal dan 974 telah berhasil pulih dan dikeluarkan dari rumah sakit.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Deretan Negara-negara...
Deretan Negara-negara yang Pertama Kali Merayakan Tahun Baru 2026
7 Negara yang Akan Buat...
7 Negara yang Akan Buat Orang Jatuh Cinta Lagi pada Dunia
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rakyat Selandia Baru...
Rakyat Selandia Baru Marah Besar ketika Pemerintahannya Tak Akui Negara Palestina
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Detik-Detik Gempa Dahsyat...
Detik-Detik Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Lepas Pantai Meksiko, Korban Jiwa Nihil
Mengapa Blokade Houthi...
Mengapa Blokade Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Kacaukan Pasokan Minyak Dunia?
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved