Maduro Ultimatum COVAX Segera Kirim Vaksin Covid-19 ke Venezuela

Senin, 05 Juli 2021 - 23:46 WIB
loading...
Maduro Ultimatum COVAX...
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan bahwa dia akan memberikan ultimatum kepada COVAX untuk segera mengirim vaksin ke negaranya. Foto/REUTERS
A A A
CARACAS - Presiden Venezuela , Nicolas Maduro mengatakan bahwa dia akan memberikan ultimatum kepada COVAX untuk segera mengirim vaksin ke negaranya. Dia mengatakan, semua pembayaran yang tertunda telah dilakukan ke skema pembagian vaksin global itu.

"Venezuela menerima kabar dari COVAX pada bulan Juni bahwa empat pembayaran terakhir telah diblokir oleh UBS. Pembayaran untuk menutupi biaya kekurangan USD 120 juta telah dilakukan," kata Maduro. Baca juga: Viral, Uang Tunai Venezuela yang Berlimpah Dibuang ke Tempat Sampah

"Para pejabat telah diinstruksikan untuk memberi ultimatum kepada sistem COVAX, yakni mereka mengirimi kami vaksin atau mereka mengembalikan uang kepada kami, titik," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (5/7/2021).

Para pejabat Venezuela telah mengatakan selama berbulan-bulan bahwa sanksi menghambat kemampuan mereka untuk melakukan transfer bank yang diperlukan untuk membayar vaksin melalui COVAX.

Tetapi pada bulan April, para pejabat mengatakan mereka telah melakukan pembayaran kepada entitas, yang dijalankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang memberikan dosis kepada negara-negara miskin.

Venezuela, yang menghadapi sanksi AS yang memengaruhi aksesnya ke sistem keuangan global, mengandalkan bank domestik untuk melakukan sebagian pembayaran ke sistem COVAX dengan mata uang asing. Baca juga: Dua Kapal Perang Iran dengan Tujuan Venezuela, Ubah Arah ke Suriah

Negara Karibia berpenduduk 28 juta orang itu telah menerima sekitar 3,5 juta vaksin Rusia dan China sejak Februari. Venezuela telah menyatakan minatnya untuk menerima vaksin Johnson & Johnson dan Novavax melalui COVAX.

Awal tahun ini COVAX menyisihkan 2,5 juta dosis vaksin AstraZeneca untuk Venezuela. Tetapi pemerintah Maduro melarang penggunaannya karena kekhawatiran tentang pembekuan darah, efek samping yang sangat langka yang menurut WHO tidak cukup untuk menjamin penghentian penggunaannya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Alex Saab, Eks Menteri...
Alex Saab, Eks Menteri Venezuela Sekutu Maduro, Diusir ke AS untuk Kedua Kalinya
Venezuela Tolak Tawaran...
Venezuela Tolak Tawaran Trump untuk Jadi Negara Bagian ke-51 AS
AS Rebut 13,5 Kg Uranium...
AS Rebut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Akan Digunakan Membuat Bom Nuklir?
Pasukan Khusus AS Ditangkap...
Pasukan Khusus AS Ditangkap karena Bertaruh dan Menang Rp7 Miliar dalam Penculikan Maduro
Maduro Diadili di Pengadilan...
Maduro Diadili di Pengadilan AS untuk Kedua Kalinya sejak Diculik Pasukan Khusus Amerika
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved