Waspada, Israel Disarankan Segera Duduki Jalur Gaza dan Gulingkan Hamas

Minggu, 04 Juli 2021 - 00:01 WIB
loading...
Waspada, Israel Disarankan...
Barisan tank dan kendaraan lapis baja Israel dikerahkan di pagar Jalur Gaza di Sderot pada 29 Maret 2019. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Menurut lembaga penelitian keamanan Israel , kegagalan berulang untuk menghalangi pengaruh Hamas membuat Israel perlu menduduki Jalur Gaza dan menggulingkan Gerakan Perlawanan Islam Palestina itu.

Kantor Berita Sama melaporkan, dalam artikel yang ditulis pakar keamanan Israel dari Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem, Omer Dostri, mengatakan, “Israel memiliki hak untuk mengadopsi pendekatan bertahap dalam menghadapi berbagai ancaman yang dihadapinya."

“Israel harus menangani setiap ancaman secara terpisah, dari yang paling ringan hingga yang paling berat, dengan fokus sebanyak mungkin pada ancaman paling serius yang dihadapinya, yaitu program nuklir Iran," ungkap Dostri.

Baca juga: Gerakan Islam Cabang Utara Bangkit, Israel Ketakutan

Dostri menegaskan, "Pendekatan ini pertama-tama membutuhkan kebijakan untuk menghalangi Hamas, dengan tujuan menggulingkan kekuasaannya, sebagai langkah menuju ancaman berikutnya."

Baca juga: Pemukim Yahudi Rebut Paksa Gedung Warga Palestina di Silwan Yerusalem

Dia berpendapat, “Ancaman yang ditimbulkan oleh Jalur Gaza adalah kepentingan sekunder, dibandingkan dengan ancaman lain seperti front Lebanon dan Iran, tetapi persenjataan Hamas yang terus berlanjut, dan kegagalan Israel mencegahnya selama bertahun-tahun, meningkatkan ancaman dari waktu ke waktu, dan itu dapat berkembang menjadi ancaman yang sama pentingnya dengan front Lebanon.”

Baca juga: Bentrok Pecah di Tepi Barat, 87 Warga Palestina Terluka Diserang Pasukan Israel

Peneliti Israel itu mengklaim, “Dalam perang multi-pertempuran, Israel diharapkan berperang di tiga front utama yakni Lebanon, Dataran Tinggi Golan dan Gaza, sementara serangan udara yang dilakukan oleh rudal jarak jauh atau alat peledak dari Irak dan Yaman menyediakan lahan subur untuk pangkalan militer Iran, melalui milisi Irak dan Houthi di Yaman, dan dalam situasi seperti itu, Hamas mungkin menjadi pengganda kekuatan bagi upaya Iran menyakiti Israel."

Setelah menggulingkan Hamas, Dostri mendesak, "Israel harus memperkuat pencegahannya terhadap Hizbullah di Lebanon, dan kemudian fokus secara eksklusif pada ancaman program nuklir militer Iran."

Untuk mengurangi ancaman terhadapnya, Dostri menjelaskan, Israel pertama-tama harus melenyapkan Hamas.

"Karena dalam beberapa dekade terakhir, Hamas telah menjadi kekuatan pemerintah penting yang bertanggung jawab atas Jalur Gaza dan penduduknya, membuatnya rentan terhadap pencegahan karena ketakutannya untuk kehilangan kendali," papar dia.

Dia berpendapat Hamas masih berpegang teguh pada "ideologi Islam radikal" dan gerakan itu mengabaikan harga kerugian militer.

Dostri menyatakan, “Israel harus menanggapi Hamas dengan lebih banyak daya tembak terhadap target dengan kualitas yang jauh lebih tinggi, dan dengan jumlah serangan yang jauh lebih besar, terhadap peluncuran roket apa pun dari Gaza."

Dostri menegaskan, “Israel juga harus menerapkan kebijakan ini untuk (pihak yang) menerbangkan balon pembakar dan peluncur berpeledak, atau mengirim aktivis untuk melakukan tindakan kekerasan di dekat pagar."

“Israel harus bergerak ke strategi yang lebih mencegah, dengan mulai menerapkan strategi 'pertempuran antara perang-perang' di Gaza," papar Dostri.

Saran tersebut harus ditanggapi secara waspada oleh Hamas dan kekuatan perlawanan lain di Jalur Gaza, termasuk Jihad Islam.

Dunia Islam yang selama ini menentang pendudukan Israel juga harus segera merespon sikapnya terhadap potensi upaya Zionis menduduki Jalur Gaza.

Upaya Israel menduduki Jalur Gaza jelas akan dilakukan secara militer dan memicu perang besar di wilayah tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved