Diminta Hormati LGBT atau Tinggalkan UE, PM Hungaria Sebut Belanda Bermental Penjajah

Sabtu, 03 Juli 2021 - 04:21 WIB
loading...
Diminta Hormati LGBT...
Para demonstran berunjuk rasa di Budapest menentang PM Viktor Orban dan UU baru Hungaria yang dianggap anti-LGBT. Foto/REUTERS/Marton Monus
A A A
BUDAPEST - Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban mengecam Belanda yang dia sebut bermental kolonial atau penjajah. Kecaman disampaikan setelah PM Belanda Mark Rutte meminta Budapest menghormati hak-hak LGBT atau meninggalkan Uni Eropa (UE).

Orban meminta balik Amsterdam untuk menjauh dari politik Hungaria setelah mengkritik langkah Budapest untuk mencegah penggambaran homoseksualitas kepada anak di bawah umur.

Baca juga: Sipir Wanita Ini Berhubungan Seks dengan Napi di Depan 11 Napi Lainnya

“Ini adalah pendekatan kolonial,” kata Orban yang ditujukan kepada PM Rutte. "Mereka tidak memikirkan apa yang bisa dan tidak bisa mereka katakan tentang negara lain dan hukum negara lain," katanya lagi seperti dikutip Russia Today,Jumat (2/7/2021).

Pekan lalu, Rutte, selama pertemuan puncak Uni Eropa, menantang Orban untuk meninggalkan blok Uni Eropa, mencatat bahwa kebijakan dan perspektif Budapest jelas tidak sejalan dengan blok Eropa tersebut.

"Hungaria tidak punya urusan lagi di Uni Eropa,” kata Rutte, menambahkan bahwa itu adalah niat UE untuk membuat Budapest bertekuk lutut pada hak-hak LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Komentar PM Belanda itu sebagai respons atas pengesahan undang-undang baru di Hungaria pada 15 Juni. Undang-undang tersebut sebenarnya berfokus pada peningkatan hukuman bagi terpidana paedofilia, tapi juga menetapkan bahwa homoseksualitas tidak dapat digambarkan atau dipromosikan kepada anak bawah 18 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved