AS Beri Kontrak Raytheon Rp29 Triliun Bikin Rudal Jelajah Nuklir

Sabtu, 03 Juli 2021 - 00:02 WIB
loading...
AS Beri Kontrak Raytheon...
Raytheon, kontraktor pertahanan yang dipilih militer Amerika Serikat untuk mengembangkan rudal jelajah nuklir baru. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) memberikan kontrak senilai USD2 miliar (lebih dari Rp29 triliun) kepada Raytheon Technologies Corp untuk mengembangkan rudal jelajah nuklir baru.

Pentagon mengatakan itu merupakan langkah besar pertama administrasi Biden untuk menggantikan persenjataan nuklir Amerika yang menua.

Baca juga: Mantan Menteri Intelijen Iran: Mossad Sudah Menembus Rezim Teheran

Angkatan Udara AS berencana untuk membeli hingga 1.000 unit Long-Range Standoff Weapons (LRSW) untuk menggantikan Air Launched Cruise Missile (ALCM) yang pertama kali diterjunkan pada tahun 1982. Senjata baru, jika diterjunkan, akan dibawa pada pesawat pembom B-52 dan B-21.

Kontrak Angkatan Udara menunjukkan bahwa modernisasi kapasitas negara era Perang Dingin untuk mengirimkan senjata nuklir melalui udara, darat dan laut tetap menjadi prioritas utama Pentagon di bawah pemerintahan Biden setelah dimulai oleh Presiden Barack Obama dan dilanjutkan oleh Presiden Donald Trump.

Landasan generasi berikutnya dari apa yang disebut triad nuklir adalah kapal selam kelas Columbia Angkatan Laut AS, rudal balistik antarbenua (ICBM) baru Angkatan Udara yang dikenal sebagai Penangkal Strategis Berbasis Darat dan infrastruktur komando dan kontrol nuklir yang ditingkatkan.

Pekerjaan pada rudal jelajah baru akan dilakukan di Tucson, Arizona, dan diharapkan akan selesai pada awal 2027.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved