AS Pertimbangkan Ledakkan Bom Nuklir, Begini Reaksi China

Rabu, 27 Mei 2020 - 03:59 WIB
loading...
AS Pertimbangkan Ledakkan...
Awan jamur dari tes pertama bom hidrogen Ivy Mike Amerika Serikat (AS) di Enewetak, sebuah atol di Samudra Pasifik, pada tahun 1952. Foto/REUTERS/File Photo
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sedang mempertimbangkan untuk meledakkan bom nuklir dalam sebuah uji coba untuk pertama kalinya sejak 1992. China langsung bereaksi dengan menyampaikan keprihatinan serius atas rencana Washington.

Jika benar-benar menguji coba senjata pemusnah massal itu, maka pemerintah Donald Trump akan "mengkhianati" kebijakan puluhan tahun AS yang menentang tes senjata nuklir.

Menurut laporan The Washington Post pekan lalu, administrasi Trump membahas rencana itu pada 15 Mei pada pertemuan pejabat senior AS yang mewakili badan-badan keamanan nasional terkemuka. Rencana muncul setelah Rusia dan China dituduh melakukan uji coba senjata nuklir berdaya rendah. Moskow dan Beijing membantah tuduhan itu dan sejauh ini tidak ada bukti kuat yang mendukung tuduhan tersebut.

"Kami sangat prihatin dengan laporan itu," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian ketika mengomentari laporan rencana Amerika menguji coba bom nuklir, seperti dikutip CGTN, Selasa (26/5/2020). (Baca: Pemerintah Trump Pertimbangkan Uji Coba Bom Nuklir AS )

Beijing menegaskan Perjanjian Larangan Uji Nuklir Komprehensif (CTBT) yang menyerukan untuk melarang semua ledakan nuklir adalah pilar penting dari sistem kontrol senjata nuklir internasional. CTBT telah menjadi perjanjian penting untuk mencapai tujuan non-proliferasi nuklir global dan perdamaian dunia.

"Meskipun itu (CTBT) belum berlaku, pelarangan uji coba nuklir telah menjadi norma internasional. CTBT sangat penting untuk pelucutan nuklir, non-proliferasi serta perdamaian dan keamanan dunia. Semua lima negara senjata nuklir, termasuk AS, telah menandatangani perjanjian dan berkomitmen untuk moratorium uji coba nuklir," kata Zhao.

"AS telah melakukan uji coba nuklir dengan jumlah tertinggi. Kami mendesaknya untuk memikul kewajibannya dan menghormati komitmennya dengan menjunjung tinggi maksud dan tujuan perjanjian itu dan berkontribusi pada pelucutan senjata internasional dan rezim non-proliferasi, alih-alih mengganggu lebih lanjut stabilitas global," papar Zhao mengingatkan Washington.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Trump Dilaporkan Dukung...
Trump Dilaporkan Dukung Presiden FIFA Infantino Jadi Sekjen PBB, Gantikan Guterres
Rekomendasi
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved