Rakyat Kim Jong-un di Korut Dilaporkan Mulai Dilanda Kelaparan

Jum'at, 02 Juli 2021 - 00:05 WIB
loading...
Rakyat Kim Jong-un di...
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/KCNA via REUTERS
A A A
SEOUL - Sebagian rakyat Korea Utara (Korut) yang dipimpin Kim Jong-un dilaporkan mulai dilanda bencana kelaparan.

Sanksi DK PBB, penutupan perbatasan dengan China akibat pandemi COVID-19, bencana kekeringan yang diikuti hujan topan telah memicu krisis pangan di negara itu.

Baca juga: Media Pemerintah: Kim Jong-un Menjadi Kurus, Warga Korut Menangis

Hazel Smith, seorang ahli Korea Utara dari SOAS University of London, yang menghabiskan sebagian besar tahun 1998 hingga 2001 di negara itu mengembangkan analisis data pertanian untuk UNICEF dan Program Pangan Dunia, melukiskan gambaran yang jelas tentang apa yang dia tahu sedang terjadi.

“Anak-anak di bawah tujuh tahun, wanita hamil dan menyusui, yang lemah, orang tua...ini adalah orang-orang yang kelaparan, saat ini,” kata Smith, yang penelitian sebelumnya membawanya ke seluruh negeri Kim Jong-un.

Krisis pangan di Korea Utara telah memicu kekhawatiran tentang malnutrisi yang meluas dan potensi mengulangi bencana kelaparan tahun 1990-an di negara itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengakui masalah tersebut pada pertemuan Komite Sentral Partai Buruh bulan Juni.

“Situasi pangan rakyat sekarang semakin tegang,” kata Kim, yang dilaporkan media pemerintah Korea Utara, seraya menambahkan bahwa sektor pertanian gagal memenuhi rencana produksi biji-bijian karena kerusakan akibat hujan topan tahun lalu.

Kim juga menyebutkan dampak pandemi COVID-19.

“Sangat penting bagi seluruh partai dan negara untuk berkonsentrasi pada pertanian,” kata pemimpin Korea Utara tersebut.

Baca juga: Korut Dilaporkan Eksekusi 10 Warganya karena Menelepon Dunia Luar dengan Ponsel China

Institut Pengembangan Korea di Seoul dalam sebuah laporan bulan lalu mengatakan Korea Utara membutuhkan 5,2 juta ton makanan untuk tahun 2020, namun hanya menghasilkan empat juta ton. Kondisi itu menyebabkan kekurangan pangan lebih dari satu juta ton.

Bahkan dengan impor, Korea Utara akan mengalami kesenjangan pangan 780.000 ton untuk 2020-2021. Demikian perkiraaan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB dalam laporan tentang Korea Utara pada bulan Juni. Laporan itu menguraikan efek kekeringan pada awal 2020, diikuti oleh serangkaian hujan topan pada bulan Agustus dan September yang sangat menghambat produksi pangan.

“Jika kesenjangan ini tidak cukup ditutupi melalui impor komersial dan/atau bantuan pangan, rumah tangga dapat mengalami masa sulit antara Agustus dan Oktober 2021,” kata FAO.

Badan anak-anak PBB memperingatkan bahaya yang mengancam dalam pembaruan laporan terbarunya tentang negara itu.

"Di Korea Utara, 10 juta orang dianggap rawan pangan....140.000 anak di bawah 5 tahun menderita kekurangan gizi akut dan tingkat kekurangan gizi serta kematian yang lebih tinggi diantisipasi untuk tahun 2021,” kata UNICEF dalam Laporan Situasi Kemanusiaan yang diterbitkan pada bulan Februari lalu.

Sementara hampir semua diplomat asing dan lembaga bantuan kini telah meninggalkan Korea Utara.

“Ada lebih banyak pengemis, beberapa orang meninggal karena kelaparan di daerah perbatasan,” kata peneliti senior Human Rights Watch Lina Yoon tentang kesaksian dari seorang misionaris yang bekerja di Korea Utara seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (1/7/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved