Penguasa Militer Myanmar Marah Disebut Junta dan Pengkudeta
Jum'at, 02 Juli 2021 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
“Tindakan akan diambil terhadap mereka berdasarkan undang-undang yang ada jika mereka menerapkan penggunaan yang salah, mengutip dan membesar-besarkan berita palsu dan menyebarkan informasi palsu," lanjut pernyataan tersebut yang dilansir dari Reuters, Kamis (1/7/2021).
Baik direktur Kementerian Informasi maupun juru bicara dewan yang berkuasa tidak menjawab panggilan telepon dari Reuters untuk meminta komentar lebih lanjut.
Pemerintah militer secara konsisten mengatakan bahwa mereka mengambil alih kekuasaan sesuai dengan konstitusi, menuduh kecurangan dalam pemilu yang dimenangkan secara telak oleh partainya Suu Kyi pada November. Tuduhan kecurangan itu telah dibantah oleh komisi pemilu dan pengamat internasional saat itu.
Baca juga: Dipasok Senjata, Jenderal Tertinggi Junta Myanmar Berterima Kasih kepada Rusia
Negara-negara Barat mengutuk pengambilalihan kekuasaan itu sebagai kudeta dan menjatuhkan sanksi terbatas pada penguasa militer Myanmar.
Baik direktur Kementerian Informasi maupun juru bicara dewan yang berkuasa tidak menjawab panggilan telepon dari Reuters untuk meminta komentar lebih lanjut.
Pemerintah militer secara konsisten mengatakan bahwa mereka mengambil alih kekuasaan sesuai dengan konstitusi, menuduh kecurangan dalam pemilu yang dimenangkan secara telak oleh partainya Suu Kyi pada November. Tuduhan kecurangan itu telah dibantah oleh komisi pemilu dan pengamat internasional saat itu.
Baca juga: Dipasok Senjata, Jenderal Tertinggi Junta Myanmar Berterima Kasih kepada Rusia
Negara-negara Barat mengutuk pengambilalihan kekuasaan itu sebagai kudeta dan menjatuhkan sanksi terbatas pada penguasa militer Myanmar.
Lihat Juga :