Misi Italia di Afghanistan Berakhir, Semua Pasukan Sudah Ditarik

Kamis, 01 Juli 2021 - 05:01 WIB
loading...
Misi Italia di Afghanistan...
Pasukan Italia bertugas di Afghanistan selama 20 tahun terakhir. Foto/REUTERS
A A A
ROMA - Italia telah menyelesaikan penarikan pasukannya dari Afghanistan , sesuai pengumuman Roma pada Rabu (30/6).

Itu artinya Italia telah mengakhiri penempatan pasukannya setelah 20 tahun di sana. Langkah ini sebagai bagian dari penarikan pasukan NATO yang dipercepat.

Anggota aliansi yang didukung Amerika Serikat (AS) itu sepakat pada April untuk menyelesaikan misi mereka yang berkekuatan 9.600 pasukan di Afghanistan setelah Presiden AS Joe Biden menyerukan mengakhiri perang terpanjang Washington.

Baca juga: Hampir 20 Tahun Jalankan Misi NATO, Tentara Jerman Terakhir Tinggalkan Afghanistan

“Tadi malam, misi Italia di Afghanistan secara resmi berakhir,” ungkap Menteri Pertahanan (Menhan) Italia Lorenzo Guerini, setelah puluhan tentara mendarat di bandara internasional Pisa dari Herat.

Baca juga: Resmikan Kedubes Israel di Abu Dhabi, Yair Lapid: Timur Tengah Rumah Kami

“Namun, komitmen komunitas internasional untuk Afghanistan, dimulai dengan Italia, tidak berakhir di sini. Ini akan berlanjut dalam bentuk lain, dari memperkuat kerja sama pembangunan hingga mendukung institusi republik Afghanistan,” papar dia.

Baca juga: Belanda: Jet Rusia Lakukan Serangan Tipuan pada Fregat Belanda di Laut Hitam

Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan) Italia, 50.000 tentara Italia dikerahkan ke Afghanistan selama 20 tahun terakhir setelah serangan 9/11 mendorong keterlibatan AS dan NATO di negara itu.

Selama periode itu, 53 tentara tewas dan 723 terluka.

Italia adalah salah satu dari lima negara yang paling terlibat di Afghanistan bersama dengan AS, Turki, Inggris, dan Jerman sebagai bagian dari “Dukungan Tegas”.

Misi non-tempur yang dipimpin NATO ini bertujuan melatih pasukan Afghanistan untuk memastikan keamanan negara mereka setelah kepergian pasukan asing.

Jerman mengumumkan pada Selasa bahwa semua pasukannya telah meninggalkan Afghanistan saat penarikan terbesar, yaitu oleh AS, sedang berlangsung.

Penarikan itu memicu kekhawatiran Taliban bisa mendapatkan kembali kekuasaan di negara itu.

Roma telah memulai proses membawa ke Italia warga Afghanistan yang membantu pasukan Italia selama penempatan pasukan.

Militer telah mengidentifikasi 270 orang yang memenuhi syarat, sambil mempelajari kasus 400 orang lainnya.

Sebanyak 82 warga Afghanistan, kebanyakan dari mereka adalah penerjemah dan keluarga mereka, tiba di Bandara Fiumicino Roma pada 14 Juni.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved