Resmikan Kedubes Israel di Abu Dhabi, Yair Lapid: Timur Tengah Rumah Kami

Rabu, 30 Juni 2021 - 09:01 WIB
loading...
Resmikan Kedubes Israel di Abu Dhabi, Yair Lapid: Timur Tengah Rumah Kami
Menlu Israel Yair Lapid meresmikan Kedubes Israael di Abu Dhabi. Foto/The Guardian
A A A
ABU DHABI - Menteri Luar Negeri Israel , Yair Lapid, meresmikan kedutaan baru negara itu di Abu Dhabi dalam kunjungan resmi pertama negera Zionis itu ke Uni Emirat Arab (UEA) sejak kedua negara menormalkan hubungannya tahun lalu.

Berbicara pada upacara pemotongan pita, Yair Lapid tampak menyentil musuh regional lainnya dalam sambutannya.

“Israel menginginkan perdamaian dengan tetangganya – dengan semua tetangganya. Kami tidak akan kemana-mana. Timur Tengah adalah rumah kami ... Kami meminta semua negara di kawasan ini untuk mengakui itu, dan datang untuk berbicara dengan kami,” katanya, menurut transkrip yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Israel seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Israel Resmikan Kedubes Baru di Abu Dhabi saat Kunjungan Menlu Pertama ke UEA

Israel dan UEA – kekuatan ekonomi di kawasan itu – diam-diam telah bekerja sama selama bertahun-tahun terkait musuh bersama mereka, Iran, tetapi secara resmi baru menandatangani perjanjian diplomatik yang dikenal sebagai Kesepakatan Abraham pada Agustus 2020.

Normalisasi hubungan antara Israel dan UEA, serta beberapa negara Arab lainnya, diawasi oleh pemerintahan Donald Trump, yang melihatnya sebagai aspek penting dari kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran.

Meskipun bukan perjanjian damai penuh, kesepakatan itu juga mematahkan hal tabu selama puluhan tahun dalam diplomasi Arab bahwa Israel akan diisolasi di kawasan itu sampai krisis Israel-Palestina diselesaikan.

Para menteri Israel sebelumnya telah mengunjungi UEA, tetapi Lapid yang baru diangkat adalah yang pertama melakukan perjalanan dalam misi resmi, serta yang paling senior.

Sementara perjalanan itu secara luas dipandang sebagai kesempatan pertama bagi pemerintah baru Israel untuk membuat terobosan diplomatik, Lapid juga mengakui mantan perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai “arsitek” dari perjanjian tersebut.

"Momen ini adalah miliknya, tidak kurang dari milik kita," ujarnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3395 seconds (10.101#12.26)