Israel Tawarkan Rekonstruksi Gaza dengan Imbalan Informasi Tentara yang Ditawan
Jum'at, 25 Juni 2021 - 21:01 WIB
loading...
Tim teknis Mesir membersihkan puing di gedung In Al-Shuruk Tower yang hancur, untuk mendukung rekonstruksi di Jalur Gaza pada 4 Juni 2021. Foto/anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Israel akan mengizinkan rekonstruksi Jalur Gaza dengan imbalan informasi tentang sejumlah tentara Israel yang ditahan sebagai tawanan perang di Gaza.
“Tawaran Israel merupakan penarikan awal dari syarat sebelumnya di mana Tel Aviv menetapkan Hamas harus mengembalikan dua tentara yang ditawan dan jasad dua tentara lainnya sebagai imbalan untuk membangun kembali Gaza,” ungkap laporan radio Israel.
Kamis lalu, delegasi Israel bertemu pejabat intelijen Mesir di Kairo untuk membahas konsolidasi gencatan senjata antara Israel dan faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Baca juga: PBB: Israel Blak-blakan Langgar Hukum Internasional, Setop Permukiman
Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, telah menolak saran bahwa bantuan Qatar untuk keluarga Palestina yang hidup dalam kemiskinan akan disalurkan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Cucu Imigran Palestina Ini Bangkit Jadi Harapan Baru dalam Pemilu Presiden Cile
Qatar telah menjanjikan bantuan USD500 juta untuk rekonstruksi Gaza tetapi kendala utamanya adalah bagaimana mentransfer jumlah sebesar itu ke daerah kantong yang diblokade.
Baca juga: Raksasa Media Jerman Minta Pegawai Pro-Palestina Cari Kerja di Tempat Lain
Laporan media mengklaim Israel telah mengancam akan memblokir proses rekonstruksi Gaza kecuali ada kemajuan dalam pengembalian dua tawanan perang Israel dan jasad dua tentara lainnya.
Dikhawatirkan pembicaraan tidak langsung untuk menegakkan gencatan senjata mungkin gagal sebagai akibat dari berbagai syarat dan konfrontasi baru yang mungkin terjadi, dengan Israel membom Gaza selama gencatan senjata.
“Tawaran Israel merupakan penarikan awal dari syarat sebelumnya di mana Tel Aviv menetapkan Hamas harus mengembalikan dua tentara yang ditawan dan jasad dua tentara lainnya sebagai imbalan untuk membangun kembali Gaza,” ungkap laporan radio Israel.
Kamis lalu, delegasi Israel bertemu pejabat intelijen Mesir di Kairo untuk membahas konsolidasi gencatan senjata antara Israel dan faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Baca juga: PBB: Israel Blak-blakan Langgar Hukum Internasional, Setop Permukiman
Pemimpin Hamas di Jalur Gaza, Yahya Sinwar, telah menolak saran bahwa bantuan Qatar untuk keluarga Palestina yang hidup dalam kemiskinan akan disalurkan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Cucu Imigran Palestina Ini Bangkit Jadi Harapan Baru dalam Pemilu Presiden Cile
Qatar telah menjanjikan bantuan USD500 juta untuk rekonstruksi Gaza tetapi kendala utamanya adalah bagaimana mentransfer jumlah sebesar itu ke daerah kantong yang diblokade.
Baca juga: Raksasa Media Jerman Minta Pegawai Pro-Palestina Cari Kerja di Tempat Lain
Laporan media mengklaim Israel telah mengancam akan memblokir proses rekonstruksi Gaza kecuali ada kemajuan dalam pengembalian dua tawanan perang Israel dan jasad dua tentara lainnya.
Dikhawatirkan pembicaraan tidak langsung untuk menegakkan gencatan senjata mungkin gagal sebagai akibat dari berbagai syarat dan konfrontasi baru yang mungkin terjadi, dengan Israel membom Gaza selama gencatan senjata.
(sya)
Lihat Juga :