Presiden Honduras Buka Kedubes di Yerusalem: 'Saya di Sini di Ibu Kota Abadi Israel'
Jum'at, 25 Juni 2021 - 11:36 WIB
loading...
Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez pidato di acara pembukaan kedutaan negaranya di Yerusalem pada hari Kamis (24/6/2021). Foto/Israel Hayom
A
A
A
YERUSALEM - Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez tiba di Israel untuk membuka kedutaan negaranya di Yerusalem pada hari Kamis, menjadikannya negara Amerika Latin keempat yang yang melakukannya.
Dalam pidatonya, Hernandez membanggakan diri berada di Yerusalem yang dia sebut sebagai ibu kota abadi Israel. Pembukaan kedutaan itu dikecam Turki, yang menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Baca juga: Massa Sayap Kanan Israel ke Warga Palestina: 'Malam Ini Kami Bukan Yahudi, Kami Nazi'
Yerusalem telah menjadi wilayah yang diperebutkan oleh Israel dan Palestina. Israel menyatakan kota tua itu sebagai ibu kota abadinya tanpa terbagi. Namun, Palestina telah lama mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.
Hernandez berpidato di acara pembukaan kedutaan dan memuji dokter Miriam Adelson dan mendiang suaminya Sheldon Adelson atas pekerjaan mereka.
Berikut teks pidatonya secara lengkap yang dipublikasikan Israel Hayom, Jumat (25/6/2021).
Terima kasih banyak.
Perdana Menteri Naftali Bennett, terima kasih telah menghormati kami dengan kehadiran Anda hari ini.
Menteri Luar Negeri Yair Lapid, terima kasih atas semua dukungan Anda. Izinkan saya menyampaikan penghargaan saya untuk tim yang luar biasa di Kementerian Luar Negeri Israel yang telah bekerja sama dengan kami dengan senang hati. Juga izinkan saya mengakui duta besar Israel untuk Honduras, Eldad Golan yang ada di sini bersama kita hari ini. Dan Duta Besar Honduras di Yerusalem, Mario Castillo, dan Miguel Munoz. Dan terutama Menteri Luar Negeri kita Lisandro Rosales.
Tamu yang terhormat. Terima kasih semua.
Saya di sini hari ini di ibu kota abadi Israel untuk mengakui apa yang telah benar selama ribuan tahun dan yang ditemukan dalam kitab suci.
Saya di sini hari ini di ibu kota abadi Israel untuk meresmikan Kedutaan Besar Honduras di Yerusalem.
Seorang teman saya suka mengatakan bahwa kata "kebetulan" tidak dapat ditemukan di manapun di dalam Alkitab. Hebatnya, hari ini juga menandai peringatan 30 tahun ketika saya pertama kali datang ke Yerusalem pada tahun 1991. Saya berada di Israel atas undangan MASHAV. Tiga dekade lalu, Israel memilih saya untuk berpartisipasi dalam program pengembangan kepemimpinan mereka, sebuah pengalaman yang mengubah hidup saya dan yang ingin saya hormati hari ini.
Setelah saya menjabat sebagai Presiden pada tahun 2014, Honduras mengubah postur pemungutan suara PBB dan menjadi salah satu dari dua negara di Amerika Latin, dan salah satu dari lima di dunia, yang paling sering abstain dari resolusi yang ditentang oleh Israel.
Pada bulan Desember 2017, ketika PBB mengeluarkan resolusi yang menentang pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem, Honduras adalah salah satu dari hanya 9 suara yang menentang resolusi itu. 128 negara memilih di sisi lain, melawan Israel.
Tahun berikutnya, ketika rotasi normal di PBB berarti bahwa Honduras akan menjadi presiden Majelis Umum PBB, blok anti-Israel mempromosikan pencalonan saingan. Honduras dikalahkan, dan itu dengan jumlah suara yang sama seperti melawan Israel pada resolusi Yerusalem, 128 suara. Apakah saya menyebutkan bahwa kata "kebetulan" tidak dapat ditemukan di manapun di dalam Alkitab?
Dalam pidatonya, Hernandez membanggakan diri berada di Yerusalem yang dia sebut sebagai ibu kota abadi Israel. Pembukaan kedutaan itu dikecam Turki, yang menganggapnya sebagai pelanggaran hukum internasional.
Baca juga: Massa Sayap Kanan Israel ke Warga Palestina: 'Malam Ini Kami Bukan Yahudi, Kami Nazi'
Yerusalem telah menjadi wilayah yang diperebutkan oleh Israel dan Palestina. Israel menyatakan kota tua itu sebagai ibu kota abadinya tanpa terbagi. Namun, Palestina telah lama mendambakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.
Hernandez berpidato di acara pembukaan kedutaan dan memuji dokter Miriam Adelson dan mendiang suaminya Sheldon Adelson atas pekerjaan mereka.
Berikut teks pidatonya secara lengkap yang dipublikasikan Israel Hayom, Jumat (25/6/2021).
Terima kasih banyak.
Perdana Menteri Naftali Bennett, terima kasih telah menghormati kami dengan kehadiran Anda hari ini.
Menteri Luar Negeri Yair Lapid, terima kasih atas semua dukungan Anda. Izinkan saya menyampaikan penghargaan saya untuk tim yang luar biasa di Kementerian Luar Negeri Israel yang telah bekerja sama dengan kami dengan senang hati. Juga izinkan saya mengakui duta besar Israel untuk Honduras, Eldad Golan yang ada di sini bersama kita hari ini. Dan Duta Besar Honduras di Yerusalem, Mario Castillo, dan Miguel Munoz. Dan terutama Menteri Luar Negeri kita Lisandro Rosales.
Tamu yang terhormat. Terima kasih semua.
Saya di sini hari ini di ibu kota abadi Israel untuk mengakui apa yang telah benar selama ribuan tahun dan yang ditemukan dalam kitab suci.
Saya di sini hari ini di ibu kota abadi Israel untuk meresmikan Kedutaan Besar Honduras di Yerusalem.
Seorang teman saya suka mengatakan bahwa kata "kebetulan" tidak dapat ditemukan di manapun di dalam Alkitab. Hebatnya, hari ini juga menandai peringatan 30 tahun ketika saya pertama kali datang ke Yerusalem pada tahun 1991. Saya berada di Israel atas undangan MASHAV. Tiga dekade lalu, Israel memilih saya untuk berpartisipasi dalam program pengembangan kepemimpinan mereka, sebuah pengalaman yang mengubah hidup saya dan yang ingin saya hormati hari ini.
Setelah saya menjabat sebagai Presiden pada tahun 2014, Honduras mengubah postur pemungutan suara PBB dan menjadi salah satu dari dua negara di Amerika Latin, dan salah satu dari lima di dunia, yang paling sering abstain dari resolusi yang ditentang oleh Israel.
Pada bulan Desember 2017, ketika PBB mengeluarkan resolusi yang menentang pemindahan kedutaan AS ke Yerusalem, Honduras adalah salah satu dari hanya 9 suara yang menentang resolusi itu. 128 negara memilih di sisi lain, melawan Israel.
Tahun berikutnya, ketika rotasi normal di PBB berarti bahwa Honduras akan menjadi presiden Majelis Umum PBB, blok anti-Israel mempromosikan pencalonan saingan. Honduras dikalahkan, dan itu dengan jumlah suara yang sama seperti melawan Israel pada resolusi Yerusalem, 128 suara. Apakah saya menyebutkan bahwa kata "kebetulan" tidak dapat ditemukan di manapun di dalam Alkitab?
Lihat Juga :