Puluhan Situsnya Disita, Iran Peringatkan AS

Rabu, 23 Juni 2021 - 16:30 WIB
loading...
Puluhan Situsnya Disita,...
Iran memperingatkan AS setelah puluhan situs yang berafiliasi dengan Teheran di sita. Foto/The Boston Globe
A A A
TEHERAN - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah menyita berbagai domain situs web berita yang berafiliasi dengan Iran , menuduh outlet tersebut "menyebarkan disinformasi" dan melanggar sanksi. Penghapusan itu terjadi ketika kekuatan dunia berjuang untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 , yang ditinggalkan secara sepihak oleh Washington di bawah pemerintahan Donald Trump.

Teheran pun bereaksi dengan memperingatkan bahwa tindakan AS itu tidak konstruktif untuk pembicaraan yang sedang berlangsung untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 yang disebut sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA).

"Kami menggunakan semua cara internasional dan hukum untuk mengutuk kebijakan Amerika Serikat yang keliru ini. Tampaknya tidak konstruktif ketika pembicaraan untuk kesepakatan tentang masalah nuklir sedang berlangsung," ucap direktur kantor kepresidenan, Mahmoud Vaezi, kepada wartawan seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (23/6/2021).

Pada hari Selasa, otoritas Amerika memblokir lebih dari 30 situs web, termasuk PressTV dan Al-Alam, karena diduga melanggar sanksi AS.

"Hari ini, berdasarkan perintah pengadilan, Amerika Serikat menyita 33 situs web yang digunakan oleh Persatuan Radio dan Televisi Islam Iran (IRTVU) dan tiga situs web yang dioperasikan oleh Kata'ib Hizbullah (KH), yang melanggar sanksi AS," kata Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Puluhan Website Terkait Iran Disita, Diganti Tulisan Penegakan Hukum AS
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Trump Sebut Sistem Pemilu...
Trump Sebut Sistem Pemilu AS Sangat Rentan, Mudah Dibobol China-Rusia
Rekomendasi
5 Tips Atasi Craving...
5 Tips Atasi Craving ala Menkes, Tetap Makan Enak dan Sehat
Sukses Teknologi Perluas...
Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, PT Delta Perkuat Akses Produk Resmi
Praperadilannya Ditolak,...
Praperadilannya Ditolak, Roy Suryo: Semoga Hakim Diberi Pencerahan di Sidang Berikutnya
Berita Terkini
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved