PBB Khawatir Taliban Untung Besar dengan Penarikan Pasukan Asing

Rabu, 23 Juni 2021 - 07:09 WIB
loading...
PBB Khawatir Taliban...
Taliban meningkatkan serangan militer seiring penarikan pasukan asing dari Afghanistan. Foto/bbc
A A A
NEW YORK - Pejuang Taliban telah merebut puluhan distrik di Afghanistan saat mereka meningkatkan serangan selama penarikan terakhir pasukan asing.

Peringatan itu khusus diungkapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan melihat perkembangan terbaru di Afghanistan.

“Pemberontak telah merebut lebih dari 50 dari 370 distrik sejak Mei,” ujar Utusan Khusus PBB Deborah Lyons kepada Dewan Keamanan PBB, memperingatkan "skenario mengerikan".

Baca juga: AS Bagi 500 Juta Vaksin COVID, Ini Daftar Negara Penerimanya, Ada Indonesia

Dia mengatakan, “Peningkatan konflik berarti peningkatan ketidakamanan bagi banyak negara lain, dekat dan jauh."

Baca juga: Duterte Ancam Penjarakan Warga yang Menolak Vaksin COVID-19

AS dan NATO masih menargetkan penarikan pasukan secara penuh pada 11 September.

Baca juga: Kapal Induk Terbaru Inggris Perangi ISIS, Rusia Terpancing Adu Kuat

Namun, juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan, “Situasinya tetap dinamis dan, meskipun ada keuntungan Taliban tapi tidak mengubah penarikan, masih ada fleksibilitas untuk mengubah kecepatan dan cakupannya."

“Kemajuan kelompok Islam garis keras baru-baru ini adalah hasil dari kampanye militer yang intensif," ujar Lyons kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB di New York.

"Distrik-distrik yang telah diambil itu mengelilingi ibu kota provinsi, menunjukkan Taliban memposisikan diri mereka untuk mencoba dan mengambil ibu kota ini begitu pasukan asing ditarik sepenuhnya," papar dia.

“Taliban juga merebut perbatasan utama Afghanistan dengan Tajikistan pada Selasa,” ungkap para pejabat Afghanistan.

Daerah persimpangan itu berdiri di provinsi utara Kunduz, tempat pertempuran meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Pejuang Taliban mengatakan mereka memiliki kendali atas seluruh provinsi, dengan hanya ibu kota provinsi, juga bernama Kunduz, yang dipertahankan pemerintah.

Namun Kementerian Pertahanan di Kabul mengatakan pasukan Afghanistan telah merebut kembali beberapa distrik dan operasi sedang berlangsung.

Kota Kunduz secara strategis signifikan, dan sempat jatuh ke tangan pemberontak pada 2015 dan setahun kemudian, sebelum direbut kembali pasukan pemerintah yang didukung NATO.

Media lokal melaporkan Taliban juga menyita sejumlah besar peralatan militer, dan membunuh, melukai atau menangkap puluhan tentara. Jumlah korban kelompok itu sendiri tidak jelas.

Pasukan keamanan Afghanistan mengatakan mereka akan melancarkan serangan besar-besaran segera untuk merebut kembali wilayah yang hilang.

"Anda akan segera menyaksikan kemajuan kami di seluruh negeri," papar juru bicara militer Afghanistan Jenderal Ajmal Shinwari.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Infografis
Ditekan Israel, UNIFIL...
Ditekan Israel, UNIFIL Sumpah 10.000 Pasukan PBB Tetap di Lebanon
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved