Pasukan Junta Myanmar Pukuli Anak 17 Tahun dengan Popor Senapan lalu Dikubur
Rabu, 23 Juni 2021 - 01:23 WIB
loading...
A
A
A
“Pada hari ketiga, mereka mengantar saya ke kawasan hutan sekitar satu jam dari tempat interogasi,” kata remaja itu dalam pengakuannya kepada HRW.
“Mereka memaksa saya untuk berbaring ke dalam lubang sementara saya ditutup matanya, dan tangan saya diikat. Mereka juga berencana untuk memukul kepala saya dengan tongkat, dan saya pikir saya akan dikubur hidup-hidup ketika mereka mulai menutupi saya dengan tanah," lanjut pengakuan tersebut sebagaimana dikutip dari situs HRW, Rabu (23/6/2021).
Anak itu mengatakan dia dan orang lain yang ditangkap bersamanya tidak diberi makan dan minum selama berhari-hari dan minum air toilet untuk bertahan hidup.
Dia ditahan di fasilitas interogasi selama total tujuh hari sebelum dipindahkan ke Penjara Insein di kota terbesar Myanmar, Yangon, dan akhirnya dibebaskan setelah menandatangani pengakuan palsu.
HRW mengatakan bahwa pernyataan bocah itu kredibel karena ada beberapa pengakuan serupa dari orang lain yang ditahan oleh militer.
Baca juga: Dicap Algojo Massal, Ini Jawaban Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi
“Mereka memaksa saya untuk berbaring ke dalam lubang sementara saya ditutup matanya, dan tangan saya diikat. Mereka juga berencana untuk memukul kepala saya dengan tongkat, dan saya pikir saya akan dikubur hidup-hidup ketika mereka mulai menutupi saya dengan tanah," lanjut pengakuan tersebut sebagaimana dikutip dari situs HRW, Rabu (23/6/2021).
Anak itu mengatakan dia dan orang lain yang ditangkap bersamanya tidak diberi makan dan minum selama berhari-hari dan minum air toilet untuk bertahan hidup.
Dia ditahan di fasilitas interogasi selama total tujuh hari sebelum dipindahkan ke Penjara Insein di kota terbesar Myanmar, Yangon, dan akhirnya dibebaskan setelah menandatangani pengakuan palsu.
HRW mengatakan bahwa pernyataan bocah itu kredibel karena ada beberapa pengakuan serupa dari orang lain yang ditahan oleh militer.
Baca juga: Dicap Algojo Massal, Ini Jawaban Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi
Lihat Juga :