Dicap Algojo Massal, Ini Jawaban Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi

loading...
Dicap Algojo Massal, Ini Jawaban Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi
Ebrahim Raisi, ulama garis keras yang terpilih sebagai presiden baru Iran. Foto/Ayoub Ghaderi/YJC/WANA via REUTERS
TEHERAN - Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi , untuk pertama kalinya bicara soal tuduhan dirinya sebagai algojo atau jagal dalam eksekusi massal tahanan politik pada tahun 1988. Pada saat itu, dia menjabat wakil jaksa Teheran.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) menyatakan bahwa tak lama setelah perang delapan tahun Iran-Irak berakhir, Raisi adalah salah satu anggota dari apa yang disebut "Komisi Kematian" yang memerintahkan penghilangan dan eksekusi ribuan tahanan.

Baca juga: Ulama Ebrahim Raisi Menjadi Presiden Baru Iran

Menurut sejumlah laporan, para tahanan yang dieksekusi kebanyakan adalah anggota Mujaheddin-e-Khalq (MEK), sebuah organisasi yang berbasis di Eropa yang mendorong perubahan rezim ulama Iran.

Ditanya oleh Asssed Baig, jurnalis Al Jazeera, tentang eksekusi massal pada konferensi pers pada hari Senin, Raisi tidak secara langsung mengonfirmasi atau menyangkal tuduhan tersebut.

“Semua yang saya lakukan selama menjabat adalah untuk membela hak asasi manusia,” kata ulama garis keras itu.



Dia menambahkan bahwa dia telah berurusan dengan mereka yang mengganggu hak-hak orang dan terlibat dalam gerakan Daeshi dan anti-keamanan, sebuah gerakan terkait kelompok bersenjata ISIS.

“Jika seorang ahli hukum, hakim atau jaksa telah membela hak-hak orang dan keamanan masyarakat, dia harus dipuji dan didorong untuk menjaga keamanan orang dari serangan dan ancaman," ujarnya yang dilansir Selasa (22/6/2021).

Apalagi, lanjut dia, sebagai jaksa dan dalam kapasitas lain, dia bangga karena selalu membela hak asasi manusia, dan berjanji akan terus melakukannya sebagai presiden.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top