PBB Siapkan Resolusi Embargo Senjata untuk Junta Myanmar

Jum'at, 18 Juni 2021 - 17:46 WIB
loading...
PBB Siapkan Resolusi...
Majelis Umum PBB diperkirakan akan menyetujui resolusi yang meminta junta Myanmar memulihkan transisi demokrasi di negara itu. Foto/vnexplorer.net
A A A
NEW YORK - Majelis Umum PBB diperkirakan akan menyetujui resolusi yang meminta junta Myanmar memulihkan transisi demokrasi di negara itu. Tidak hanya itu, resolusi tersebut juga meminta semua negara untuk mencegah aliran senjata ke Myanmar.

Rancangan resolusi itu juga mengutuk kekerasan mematikan oleh pasukan keamanan dan menyerukan junta untuk membebaskan tanpa syarat pemimpin sipil terguling Aung San Suu Kyi , Presiden Win Myint dan semua orang yang telah ditahan, didakwa, atau ditangkap secara sewenang-wenang.

Majelis yang beranggotakan 193 orang itu dijadwalkan untuk mempertimbangkan resolusi tersebut, yang memiliki lebih dari 50 sponsor bersama, pada Jumat (18/6/2021) sore waktu setempat. Para pendukung resolusi itu berharap resolusi itu akan disetujui secara konsensus untuk mengirim pesan kuat kepada junta Myanmar sikap oposisi global terhadap kudeta 1 Februari dan dukungan untuk kembalinya transisi demokrasi Myanmar, meskipun negara mana pun dapat meminta pemungutan suara.

Rancangan tersebut dihasilkan dari negosiasi oleh apa yang disebut Kelompok Inti termasuk Uni Eropa, banyak negara Barat dan 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dikenal sebagai ASEAN, yang mencakup Myanmar. Seorang diplomat PBB mengatakan ada kesepakatan dengan ASEAN untuk mencari konsensus, tetapi apa yang akan terjadi dengan anggota ASEAN jika ada pemungutan suara masih belum jelas.

Baca juga: Oposisi Myanmar Hilang Kepercayaan Terhadap ASEAN

Persetujuan resolusi tersebut akan menandai salah satu dari beberapa kali bahwa badan paling representatif PBB menyatakan dirinya menentang kudeta militer dan menyerukan embargo senjata.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Perang Lawan Iran Semakin...
Perang Lawan Iran Semakin Panas! AS Minta Warganya di Seluruh Dunia Waspada
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved