Ulama Pakistan Ditangkap setelah Ancam Bunuh Aktivis Malala Yousafzai
Jum'at, 11 Juni 2021 - 14:46 WIB
loading...
Malala Yousafzai, aktivis muda Pakistan yang pernah ditembak kepalanya oleh milisi Taliban karena berkampanye pendidikan untuk anak perempuan. Foto/REUTERS
A
A
A
ISLAMABAD - Polisi di Pakistan telah menangkap seorang ulama setelah mengancam akan membunuh Malala Yousafzai, aktivis pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang pernah ditembak kepalanya oleh milisi Taliban.
Ulama bernama Mufti Sardar Ali Haqqani menjadi viral di media sosial setelah video dirinya mengancam akan membunuh aktivis perempuan dengan serangan bunuh diri jika Malala kembali ke Pakistan.
Baca juga: Simulasikan Serangan, Kapal Selam Zionis Tak Tahu Israel dan Hamas Perang 11 Hari
Ancaman dilontarkan setelah Malala membuat komentar tentang pernikahan yang dianggap menghina Islam.
Ulama tersebut ditangkap di Lakki Marwat, sebuah distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa barat laut, pada hari Rabu. Demikian disampaikan kepala polisi setempat, Waseem Sajjad, seperti dikutip AP, Jumat (11/6/2021).
Malala telah tinggal di Inggris sejak 2012, setelah milisi Taliban Pakistan menembak kepalanya yang membuatnya nyaris tewas. Dia baru berusia 15 tahun pada saat ditembak dan telah membuat marah Taliban dengan kampanyenya untuk pendidikan anak perempuan.
Ulama bernama Mufti Sardar Ali Haqqani menjadi viral di media sosial setelah video dirinya mengancam akan membunuh aktivis perempuan dengan serangan bunuh diri jika Malala kembali ke Pakistan.
Baca juga: Simulasikan Serangan, Kapal Selam Zionis Tak Tahu Israel dan Hamas Perang 11 Hari
Ancaman dilontarkan setelah Malala membuat komentar tentang pernikahan yang dianggap menghina Islam.
Ulama tersebut ditangkap di Lakki Marwat, sebuah distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa barat laut, pada hari Rabu. Demikian disampaikan kepala polisi setempat, Waseem Sajjad, seperti dikutip AP, Jumat (11/6/2021).
Malala telah tinggal di Inggris sejak 2012, setelah milisi Taliban Pakistan menembak kepalanya yang membuatnya nyaris tewas. Dia baru berusia 15 tahun pada saat ditembak dan telah membuat marah Taliban dengan kampanyenya untuk pendidikan anak perempuan.
Lihat Juga :