Efek Covid-19, Media Selandia Baru Dijual Hanya 1 Dolar
Senin, 25 Mei 2020 - 12:03 WIB
loading...
Gambar George Washington dengan masker medis tercetak pada uang kertas satu dolar Amerika Serikat dalam sebuah ilustrasi yang difoto Reuters 31 Maret 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
WELLINGTON - Efek pandemi Covid-19 membuat salah satu media terbesar di Selandia Baru akan dijual dengan harga hanya satu dolar kepada kepala eksekutif (CEO)-nya. Pengumuman keputusan penjualan itu disampaikan sang pemilik media tersebut, Senin (25/5/2020).
Organisasi media yang akan dijual itu adalah Stuff. Organisasi media ini mencetak banyak surat kabar harian nasional dan menjalankan situs web berita populer dengan nama yang sama. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 900 staf, termasuk 400 wartawan.
Perusahaan yang dimiliki oleh Nine Entertainment Australia tersebut menghadapi tantangan keuangan sebelum pandemi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 melanda dan sejak pandemi pendapatan iklannya anjlok.
Dalam sebuah pernyataan untuk pasar saham Australia, Nine Entertainment mengatakan Stuff akan dijual kepada CEO Stuff, Sinead Boucher, dalam kesepakatan pembelian manajemen yang akan selesai pada akhir bulan.
"Kami selalu mengatakan bahwa kami percaya penting bagi Stuff untuk memiliki kepemilikan lokal dan merupakan pandangan tegas kami bahwa ini adalah hasil terbaik untuk kompetisi dan konsumen di Selandia Baru," kata Hugh Marks, CEO Nine Entertainment. (Baca: Viral, Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan )
Boucher mengatakan rencananya adalah untuk mengalihkan kepemilikan dengan memberikan staf saham langsung sebagai pemegang saham di perusahaan.
"Kepemilikan lokal akan membawa banyak manfaat bagi staf kami, pelanggan kami, dan tentunya bagi semua Kiwis, karena kami memanfaatkan peluang untuk berinvestasi dan menumbuhkan bisnis," kata Boucher dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AP. Kiwis adalah julukan untuk bangsa Selandia Baru.
Organisasi media yang akan dijual itu adalah Stuff. Organisasi media ini mencetak banyak surat kabar harian nasional dan menjalankan situs web berita populer dengan nama yang sama. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 900 staf, termasuk 400 wartawan.
Perusahaan yang dimiliki oleh Nine Entertainment Australia tersebut menghadapi tantangan keuangan sebelum pandemi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 melanda dan sejak pandemi pendapatan iklannya anjlok.
Dalam sebuah pernyataan untuk pasar saham Australia, Nine Entertainment mengatakan Stuff akan dijual kepada CEO Stuff, Sinead Boucher, dalam kesepakatan pembelian manajemen yang akan selesai pada akhir bulan.
"Kami selalu mengatakan bahwa kami percaya penting bagi Stuff untuk memiliki kepemilikan lokal dan merupakan pandangan tegas kami bahwa ini adalah hasil terbaik untuk kompetisi dan konsumen di Selandia Baru," kata Hugh Marks, CEO Nine Entertainment. (Baca: Viral, Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan )
Boucher mengatakan rencananya adalah untuk mengalihkan kepemilikan dengan memberikan staf saham langsung sebagai pemegang saham di perusahaan.
"Kepemilikan lokal akan membawa banyak manfaat bagi staf kami, pelanggan kami, dan tentunya bagi semua Kiwis, karena kami memanfaatkan peluang untuk berinvestasi dan menumbuhkan bisnis," kata Boucher dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AP. Kiwis adalah julukan untuk bangsa Selandia Baru.
Lihat Juga :