Curi Pasir Pantai Sardinia, Puluhan Turis Didenda Rp51 Juta

Minggu, 06 Juni 2021 - 09:43 WIB
loading...
A A A
Polisi mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir mereka telah menemukan lusinan iklan online untuk penjualan barang-barang yang dikumpulkan dari pantai pulau Mediterania itu secara ilegal, beberapa di antaranya dengan apa yang mereka sebut sebagai "harga tinggi".

Rincian mereka yang dituduh melakukan kesalahan telah dilaporkan ke Korps Kehutanan (polisi negara bagian nasional) Sardinia dan menghadapi denda di bawah hukum regional pulau itu.

Baca juga: Plakat Jalan Salah Tulis Nama, Presiden Italia Ngambek Tinggalkan Upacara

Polisi mengatakan mereka telah mengumpulkan denda sekitar Rp225 juta tahun ini, menambahkan bahwa barang-barang yang disita dikembalikan ke daerah dari mana mereka diambil jika memungkinkan.

Pada halaman Facebook yang dibuat untuk menyoroti masalah yang disebut "Sardinia dirampok dan dijarah", pengguna sering menggambarkan ancaman pencurian seperti keadaan darurat lingkungan.

Pierluigi Cocco, seorang ilmuwan lingkungan dan penduduk ibukota Sardinia, Cagliari, mengatakan kepada BBC bahwa pantai adalah alasan utama mengapa wisatawan tertarik ke Pulau Sardinia.

"Bagi sebagian orang membawa pulang pasir menjadi pengingat akan kenangan berharga," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (6/62021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Italia, Inggris, Prancis,...
Italia, Inggris, Prancis, dan Jerman Peringatkan Situasi di Tepi Barat Memburuk
Italia Serukan Sanksi...
Italia Serukan Sanksi Uni Eropa untuk Menteri Israel Ben-Gvir
Perang Iran, Pencurian...
Perang Iran, Pencurian BBM Marak di Eropa, AS dan Australia: Tangki Mobil Dibor Pencuri
Giliran Italia Larang...
Giliran Italia Larang Pangkalannya Digunakan Pesawat AS untuk Bombardir Iran
5 Alasan Italia Menjual...
5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
Istana Sangkal Kabar...
Istana Sangkal Kabar Presiden Prabowo ke Italia usai Kunjungi Prancis
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Penggunaan LPG Non Subsidi di Jakarta Fair
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved