Ini Alasan UU Senjata Api yang Lebih Ketat di AS Sulit Terwujud

Minggu, 06 Juni 2021 - 01:00 WIB
loading...
A A A
Baca: Pesta Ulang Tahun di Colorado Springs Ditembaki, 7 Tewas

Tapi Trump, seorang Republikan, juga mempermudah orang dengan penyakit mental untuk membeli senjata. Sementara Biden, seorang Demokrat, bertujuan untuk memperketat peraturan tentang "senjata hantu" rakitan sendiri yang saat ini dapat dijual tanpa nomor seri atau pemeriksaan latar belakang dan untuk memudahkan negara bagian untuk mengadopsi undang-undang bendera merah.

Lanskap politik mungkin berubah. National Rifle Association (NRA) telah menjadi salah satu kelompok pelobi hak senjata paling berpengaruh di Washington selama beberapa dekade, tetapi telah terpincang-pincang dalam beberapa tahun terakhir oleh pertikaian. Kelompok tersebut baru-baru ini mengajukan pailit dalam upaya untuk mencegah gugatan hukum di New York.

Menurut Center for Responsive Politics, NRA memberikan USD 30 juta kepada kandidat dalam pemilihan presiden dan kongres 2020, turun dari USD 55 juta pada 2016.

Sementara itu, kelompok advokasi seperti Moms Demand Action yang mendukung pembatasan yang lebih kuat telah meningkatkan biaya lobi selama dekade terakhir, meskipun mereka masih mengikuti kelompok pembela hak senjata secara keseluruhan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Sepatu Emas Ronaldo...
Sepatu Emas Ronaldo Gagal Bawa Hoki di Piala Dunia 2026
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Kisah Rizaldo Arif Akbar,...
Kisah Rizaldo Arif Akbar, dari Bisnis Digital hingga Jadi Travel Content Creator
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved