Tikus Cerdas Magawa Pensiun setelah Lima Tahun Memburu Ranjau Darat di Kamboja

Minggu, 06 Juni 2021 - 08:08 WIB
loading...
Tikus Cerdas Magawa...
Tikus cerdas Magawa pensiun setelah lima tahun mengendus ranjau darat. Foto/REUTERS
A A A
SIEM REAP - Setelah lima tahun mengendus ranjau darat dan bom yang tidak meledak di Kamboja , tikus cerdas Magawa pensiun.

Tikus berkantung raksasa Afrika itu telah menjadi hewan pengerat paling sukses yang dilatih dan diawasi oleh organisasi nirlaba Belgia, APOPO.

Magawa dapat menemukan ranjau darat dan memperingatkan petugas manusia sehingga bahan peledak dapat dipindahkan dengan aman.

Baca juga: Jual ‘Jiplakan’ Keffiyeh Palestina Rp10 Juta, Louis Vuitton dan Fendi Dihujat Netizen

Magawa telah membersihkan lebih dari 141.000 meter persegi wilayah, setara dengan sekitar 20 lapangan sepak bola.

Baca juga: Keruntuhan 'Final' Israel Telah Diprediksi Einstein dalam Suratnya

“Dia telah mengendus 71 ranjau darat dan 38 benda persenjataan yang belum meledak,” ungkap pernyataan APOPO.

Baca juga: Israel Tahan Bantuan dari Qatar, Hamas Ancam Lanjutkan Pengeboman

Dan untuk pertama kalinya, Magawa mendapat penghargaan sipil tertinggi amal Inggris untuk keberanian hewan tahun lalu.

Bintang kehormatan itu sebelumnya khusus diperuntukkan bagi anjing.

“Meskipun masih dalam kondisi kesehatan yang baik, dia telah mencapai usia pensiun dan jelas mulai melambat. Ini adalah waktunya,” ungkap APPO.

Sementara banyak hewan pengerat dapat dilatih mendeteksi aroma dan akan bekerja pada tugas yang berulang untuk mendapatkan hadiah makanan, APPO memutuskan tikus berkantung raksasa Afrika paling cocok untuk pembersihan ranjau darat karena ukurannya memungkinkan mereka berjalan melintasi ladang ranjau tanpa memicu bahan peledak.

Tikus juga dapat melakukannya jauh lebih cepat daripada manusia. Tikus dapat hidup hingga delapan tahun.

Magawa adalah bagian dari kelompok tikus yang dibiakkan untuk tujuan ini. Dia lahir di Tanzania pada 2014, dan pada 2016, pindah ke kota barat laut Kamboja, Siem Reap, lokasi kuil Angkor yang terkenal.

Di sanalah Magawa memulai karirnya sebagai pelacak bom.

APOPO juga bekerja dengan program di Angola, Zimbabwe dan Mozambik untuk membersihkan jutaan ranjau yang tertinggal dari perang dan konflik.

Lebih dari 60 juta orang di 59 negara terus terancam ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak.

“Pada 2018, ranjau darat dan sisa-sisa perang lainnya menewaskan atau melukai 6.897 orang,” papar pernyataan kelompok itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Ini Lempar...
Perempuan Ini Lempar Bom ke Pacarnya saat Bertengkar, Kini Terancam Dipenjara 25 Tahun
Kacau, Iran Disebut...
Kacau, Iran Disebut Kehilangan Jejak Ranjau-ranjau yang Disebar di Selat Hormuz
Jepang Mungkin Gabung...
Jepang Mungkin Gabung Misi Pembersihan Ranjau di Selat Hormuz
Dari 57 Negara Muslim...
Dari 57 Negara Muslim di Dunia, Kenapa Hanya Pakistan yang Memiliki Senjata Nuklir?
Israel Gunakan Senjata...
Israel Gunakan Senjata di Gaza Penyebab Ribuan Jasad Warga Palestina Menguap Lenyap
Serangan Bom Bunuh Diri...
Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah Islamabad Tewaskan 31 Orang Saat Salat Jumat
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved