Malaysia Mulai Lockdown Total Hari Ini, Penyebaran COVID-19 Menggila
Selasa, 01 Juni 2021 - 06:39 WIB
loading...
Warga memakai masker di depan gedung Petronas Twin Towers, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5 November 2020. Foto/REUTERS
A
A
A
KUALA LUMPUR - Malaysia mulai menerapkan lockdown total hari ini untuk mengatasi lonjakan COVID-19 yang meningkat tajam.
Pemerintah Malaysia menutup semua mal, hanya mengizinkan 17 sektor layanan penting untuk beroperasi selama penguncian total.
Pemerintah Malaysia mengatakan semua mal harus ditutup, sementara 17 sektor layanan penting akan diizinkan untuk beroperasi selama "lockdown total" selama dua pekan yang akan datang.
Baca juga: Malaysia Percepat Program Vaksinasi di Tengah Melonjaknya Kasus Covid-19
Sektor-sektor ini termasuk perawatan kesehatan, telekomunikasi dan media, makanan dan minuman, utilitas serta perbankan.
Baca juga: Liga Arab Sambut Keputusan Dewan HAM Bentuk Komisi Investigasi Selidiki Kejahatan Israel
Pemerintah juga akan mengizinkan perusahaan di bawah 12 sektor manufaktur untuk terus beroperasi, seperti manufaktur makanan dan minuman, alat kesehatan, tekstil untuk memproduksi alat pelindung diri serta minyak dan gas. Mereka perlu beroperasi dengan kapasitas 60%.
Pemerintah Malaysia menutup semua mal, hanya mengizinkan 17 sektor layanan penting untuk beroperasi selama penguncian total.
Pemerintah Malaysia mengatakan semua mal harus ditutup, sementara 17 sektor layanan penting akan diizinkan untuk beroperasi selama "lockdown total" selama dua pekan yang akan datang.
Baca juga: Malaysia Percepat Program Vaksinasi di Tengah Melonjaknya Kasus Covid-19
Sektor-sektor ini termasuk perawatan kesehatan, telekomunikasi dan media, makanan dan minuman, utilitas serta perbankan.
Baca juga: Liga Arab Sambut Keputusan Dewan HAM Bentuk Komisi Investigasi Selidiki Kejahatan Israel
Pemerintah juga akan mengizinkan perusahaan di bawah 12 sektor manufaktur untuk terus beroperasi, seperti manufaktur makanan dan minuman, alat kesehatan, tekstil untuk memproduksi alat pelindung diri serta minyak dan gas. Mereka perlu beroperasi dengan kapasitas 60%.
Lihat Juga :