Calon Asisten Bos Pentagon Usul AS Latih Taiwan untuk Perang Lawan China

Sabtu, 29 Mei 2021 - 07:49 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG

Di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump, hubungan AS dengan Taiwan mencapai puncaknya, di mana Amerika leluasa menjual senjata canggihnya untuk militer pro-kemerdekaan di Taipei di bawah Presiden Tsai Ing-wen.

Meskipun Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memberontak, dan dengan demikian dukungan AS untuk Taiwan dianggap sudah ikut campur dalam urusan internal China.

Namun, pemerintah Tsai telah menjauhkan diri dari gagasan bahwa Taiwan adalah bagian dari China. Pemerintah Taiwan sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka adalah pemerintah yang sah dan Republik Rakyat China (RRC) yang sosialis di Beijing adalah perampas kekuasaan yang tidak sah.

Kebijakan Washington di bawah Presiden Joe Biden tidak berubah. Di mana Trump menawarkan rekor jumlah penjualan senjata ke Taiwan, Biden kemungkinan akan melanjutkannya sebagaimana laporan yang muncul bulan lalu dari Taiwan bahwa AS sedang bersiap untuk menawarkan pulau itu penjualan 40 unit artileri self-propelled M109A6 Paladin seharga USD610 juta.

Taiwan juga telah menjelaskan bahwa mereka masih ingin membeli rudal jelajah AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM) yang mampu menyerang dengan baik di dalam daratan China. Ini berada di atas penjualan era Trump, yang meliputi jet tempur canggih, drone, rudal dan torpedo anti-kapal berbasis pantai, hingga peralatan komunikasi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved