Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Selasa, 25 Mei 2021 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Dubes Djauhari menyampaikan perkembangan perdagangan Indonesia-China yang pada Triwulan I 2021 telah mencapai hampir USD25 miliar, yang menempatkan Indonesia sebagai mitra dagang bilateral ke-13 terbesar bagi China dan terbesar ke-4 dalam konteks ASEAN.
Dalam periode yang sama, investasi China di Indonesia mencapai USD1.04 miliar, yang menjadikan China tetap sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia.
Khusus dengan Chongqing, nilai perdagangan Indonesia-Chongqing pada 2020 telah mencapai lebih dari USD1 miliar.
Sebagai satu-satunya negara yang berhasil mensinergikan Belt and Road Initiative (BRI) China dengan konsep Global Maritime Fulcrum (GMF) Indonesia, Indonesia telah mengembangkan berbagai proyek kerja sama dengan China termasuk penyelesaian konstruksi KA Cepat Jakarta-Bandung yang tidak saja akan menjadi inovasi pertama di Asia Tenggara namun juga menjadi salah satu terobosan penting dalam hubungan kemitraan strategis Indonesia-China.
Vice Chairwoman Tan Jialing menyampaikan harapannya agar Forum Bisnis menjadi salah satu platform untuk terus memajukan kerja sama bersahabat dan pragmatis antara Indonesia dan Chongqing, khususnya untuk mempromosikan kerja sama kedua pihak ke suatu tingkatan baru.
Para pembicara Indonesia terdiri dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Deputi Promosi Investasi BKPM, Gubernur Provinsi Jawa Barat dan perwakilan pengusaha dari Provinsi Lampung dan Provinsi Sulawesi Utara.
Secara khusus, Deputi BKPM, Ikmal Lukman, mempromosikan potensi investasi di kawasan industri dan mengenalkan UU Cipta Kerja yang ditujukan untuk memberikan lebih banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di Indonesia termasuk dalam urusan perijinan.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengenalkan potensi berbisnis di kawasan industri Lampung dan Sulawesi Utara yang menjadi salah satu mitra binaan BI bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Dalam periode yang sama, investasi China di Indonesia mencapai USD1.04 miliar, yang menjadikan China tetap sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia.
Khusus dengan Chongqing, nilai perdagangan Indonesia-Chongqing pada 2020 telah mencapai lebih dari USD1 miliar.
Sebagai satu-satunya negara yang berhasil mensinergikan Belt and Road Initiative (BRI) China dengan konsep Global Maritime Fulcrum (GMF) Indonesia, Indonesia telah mengembangkan berbagai proyek kerja sama dengan China termasuk penyelesaian konstruksi KA Cepat Jakarta-Bandung yang tidak saja akan menjadi inovasi pertama di Asia Tenggara namun juga menjadi salah satu terobosan penting dalam hubungan kemitraan strategis Indonesia-China.
Vice Chairwoman Tan Jialing menyampaikan harapannya agar Forum Bisnis menjadi salah satu platform untuk terus memajukan kerja sama bersahabat dan pragmatis antara Indonesia dan Chongqing, khususnya untuk mempromosikan kerja sama kedua pihak ke suatu tingkatan baru.
Para pembicara Indonesia terdiri dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Deputi Promosi Investasi BKPM, Gubernur Provinsi Jawa Barat dan perwakilan pengusaha dari Provinsi Lampung dan Provinsi Sulawesi Utara.
Secara khusus, Deputi BKPM, Ikmal Lukman, mempromosikan potensi investasi di kawasan industri dan mengenalkan UU Cipta Kerja yang ditujukan untuk memberikan lebih banyak kemudahan bagi para investor yang akan berinvestasi di Indonesia termasuk dalam urusan perijinan.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengenalkan potensi berbisnis di kawasan industri Lampung dan Sulawesi Utara yang menjadi salah satu mitra binaan BI bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Lihat Juga :