alexametrics

Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan Batal Dihukum

loading...
Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan Batal Dihukum
Nadia, 23, perawat pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Rusia yang fotonya viral setelah mengenakan pakaian dalam berbalut APD transparan. Foto/VK.com/Tulskie Novosti
A+ A-
TULA - Seorang perawat pasien Covid-19 di Rusia yang viral karena hanya mengenakan celana dalam dan bra dengan alat pelindung diri (APD) transparan batal dihukum.

Nadezhda Zhukova, 23, atau dikenal sebagai Nadia batal dijatuhi sanksi setelah dukungan terhadapnya bermunculan, termasuk pejabat tinggi yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin.

Salah satu foto yang viral adalah ketika seorang pasien laki-laki menatap ke arah Nadia, yang celana dalam hitam dan bra putihnya terlihat jelas di bawah APD transparan.



Nadia sudah menjelaskan kepada para manajernya di Rumah Sakit Klinik Regional Tula bahwa seragam perawat terlalu panas untuk dikenakan dengan APD. Dia juga sudah menjelaskan bahwa dirinya baru menyadari jika APD yang dikenakannya transparan.

Perawat muda berparas cantik ini merawat para pasien laki-laki yang terjangkit virus corona SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.

Media lokal awalnya melaporkan sanksi akan dijatuhkan oleh kementerian kesehatan regional Tula dengan alasan Nadia dianggap melanggar aturan tentang seragam perawat.

"Sulit untuk bertahan," kata Nadia kepada koran lokal, Tulskaya Pressa, tentang alasannya hanya mengenakan pakaian dalam berbalut APD transparan. (Baca: Viral, Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan)

Perawat tersebut mengaku telah dipaksa untuk menutup akun media sosialnya karena aksinya memicu kegemparan. Belum jelas, sanksi apa yang rencananya akan dijatuhkan otoritas terkait regional.

Sejak itu, Nadia kebanjiran dukungan baik dari rekan-rekannya maupun dari para pejabat penting Rusia.

Nadia diyakini bukan satu-satunya petugas medis yang mengenakan pakaian dalam di bawah gaun APD transparan saat merawat pasien. "Kami tidak punya apa-apa untuk dipakai," kata seorang dokter kepada Komsomolskaya Pravda yang berbicara dalam kondisi anonim.

"Tidak ada pakaian yang cukup, yang menurut aturan kita harus pakai di bawah gaun APD kita," ujarnya. "Percayalah, kita tidak akan telanjang jika kita diberikan satu set lengkap."

Seorang dokter di bangsal yang sama dengan Nadia bekerja berkata; "Saya sepenuhnya mendukung perawat. Sangat panas di dalam kostum ini untuk waktu yang lama."

“Dia tidak pantas dihukum. Kemungkinan besar dia menyadari bahwa kostum itu transparan, tetapi memutuskan untuk berpakaian seperti ini karena sangat sulit untuk berada dalam kostum ini untuk waktu yang lama," imbuh dokter yang juga berbicara tanpa menyubutkan namanya.

“Dan yang terpenting adalah dia membantu para pasien virus corona. Sama sekali tidak benar bahwa beberapa pasien memotretnya," kata dokter tersebut. "Dia (pasien) menjebaknya ketika dia (Nadia) membantunya."

Sejak jadi garda terdepan yang memerangi pandemi Covid-19 di Rusia, Nadia terpaksa tinggal terpisah dari keluarganya selama dua bulan terakhir. Dia ingin memastikan dirinya tidak membahayakan para kerabatnya.

"Saya tidak takut, ini adalah pekerjaan saya," kata Nadia. "Saya selalu ingin membantu orang, membawa manfaat, jadi saya berobat," ujarnya.

Kepala rumah sakitnya, Dr Anna Savishcheva, bersikeras Nadia tidak dihukum atas foto-foto yang viral itu. (Baca juga:Ini Sosok Perawat Covid-19 Kenakan Celana Dalam dengan APD Transparan)

Dokter itu mengungkapkan bahwa Nadia telah menerima kunjungan dan dukungan pribadi dari gubernur regional Tula; Alexey Dyumin, 47, seorang mantan ajudan Putin dan kepala mata-mata militer yang telah disebut-sebut sebagai calon presiden Rusia.

"Kami tidak mengenakan hukuman disiplin, dalam hal apa pun, (termasuk) tertulis," kata Dr Savishcheva kepada Vesti Tula TV, yang dikutip Mail Online, Sabtu (23/5/2020).

“Gadis itu terus bekerja. (Dia) itu adalah karyawan yang baik, profesional, yang memberikan perawatan medis pada tingkat tinggi."

"Segera setelah fotonya muncul di web, gubernur Alexey Dyumin bertemu dengannya, dan menghubungi dia," ujar Savishcheva.

"Dia mengobrol, mendukung, dan berterima kasih padanya dan semua petugas medis atas pekerjaan mereka."

Kepala rumah sakit tersebut menambahkan bahwa Nadia tidak pantas mendapat celaan karena penampilannya. "Perawat itu melakukan pekerjaannya, dia tidak berpose."

Data John Hopkins University menunjukkan Rusia saat ini memiliki 326.448 kasus Covid-19 dengan 3.249 kematian dan sebanyak 99.825 pasien berhasil disembuhkan. Rusia jadi negara dengan kasus Covid-19 ketiga terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil.
(min)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak