Membandingkan Israel Menjajah Palestina dengan Belanda Menjajah Indonesia

Kamis, 20 Mei 2021 - 12:19 WIB
loading...
A A A
“Kami tinggal di penjara besar," lanjut dia. “Jika Anda, sebagai manusia, bekerja setiap hari, dan ingin melakukan perjalanan dengan keluarga, teman, atau pacar, Anda tidak punya tempat tujuan. Tepi laut kami ditempati. Jika Anda ingin bepergian ke mana pun Anda harus mengosongkan mobil Anda terlebih dahulu, karena alat apa pun yang mungkin dapat digunakan untuk melukai seseorang, bahkan pemotong kuku, dapat membuat Anda ditangkap atau bahkan dibunuh."

"Seorang teman dari Brazil membawakan saya batu dari Yerusalem. Aneh, karena ini adalah kota tempat saya dilahirkan, tetapi setelah 27 tahun saya tidak dapat pergi ke sana dan mengambilnya sendiri. Saya menunjukkannya kepada semua teman saya: mereka merasa senang karena kita bisa menyentuhnya, dan menciumnya."

Yang lebih mengerikan adalah situasi Gaza, di mana penduduk diperlakukan sebagai kombatan musuh dan mengalami blokade darat, udara, dan laut yang telah menyusutkan Produk Domestik Bruto (PDB) wilayah tersebut hingga 50 persen sejak 2007, menurut Bank Dunia.

Pada 30 Maret 2018, para pengungsi Gaza meluncurkan serangkaian demonstrasi mingguan yang disebut "Great March of Return", yang diprogram untuk berakhir pada 15 Mei, Hari Nakba. Ketika ribuan orang berkumpul di dekat perbatasan untuk memprotes isolasi mereka dan secara simbolis melakukan perjalanan kembali ke tanah mereka, IDF telah menanggapi dengan gas air mata dan amunisi tajam, menyebabkan puluhan orang terbunuh atau pun terluka.

Ketika Israel terus melanggar hak-hak warga Palestina, komunitas internasional berulang kali menutup mata. Inisiatif yang mendukung solusi politik untuk konflik selama puluhan tahun sering diblokir oleh Amerika Serikat (AS) di Dewan Keamanan PBB.

Menurut Eitan Bronstein dan Eléonore Merza, pendiri LSM Israel De-Colonizer, orang Yahudi Israel juga berkepentingan untuk mengakui narasi Palestina.

"Korban utama dari rezim ini, tentu saja, adalah orang Palestina, tetapi orang Yahudi Israel juga telah membayar harga penaklukan sejak 1948 dengan hidup dalam ketakutan terus-menerus, tanpa harapan akan perdamaian," tulis mereka di situs LSM tersebut.
“Dengan kata lain, kami percaya bahwa kunci penting untuk masa depan kami di sini berakar dalam di masa lalu kami.”

Mengenai masa depannya, Hassan tetap berharap. “Ketika saya ditangkap pada usia 12 tahun, saya bahkan tidak tahu apa impian saya. Tetapi sekarang, saya telah melalui begitu banyak hal, dan semua kesulitan telah menjadikan saya seperti sekarang ini. Saya tahu apa impian saya: merasakan bahwa saya memiliki tanah, bukan hanya untuk hidup di atas tanah."

Riwayat Belanda Menjajah Indonesia

Hindia Belanda atau Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Nederlands(ch)-Indie) adalah sebuah daerah pendudukan Belanda yang wilayahnya saat ini dikenal dengan nama Republik Indonesia. Hindia Belanda dibentuk sebagai hasil dari nasionalisasi koloni-koloni Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), yang berada di bawah pemerintahan Belanda pada tahun 1800.

Selama abad ke-19, daerah jajahan dan hegemoni Belanda diperluas, mencapai batas wilayah teritorial terbesar mereka pada awal abad ke-20. Hindia Belanda adalah salah satu koloni Eropa yang paling berharga di bawah kekuasaan Imperium Belanda dan berkontribusi pada keunggulan global Belanda dalam perdagangan rempah-rempah dan hasil bumi pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Tatanan sosial kolonial didasarkan pada struktur rasial dan sosial yang kaku dengan para elite Belanda yang tinggal terpisah tetapi tetap berhubungan dengan penduduk pribumi yang dijajah mereka.

Selama menjajah Indonesia, Belanda menggunakan diksi-diksi antagonis untuk dilabelkan pada para pejuang negeri ini. Contoh diksi yang populer saat itu adalah "ekstremis" dan "pemberontak". Belanda juga menggunakan diksi "inlander" untuk melabeli kaum pribumi, yang hidup dengan sistem diskriminasi dari semua aspek termasuk hukum.

Istilah "Indonesia" mulai digunakan untuk lokasi geografis setelah tahun 1880. Pada awal abad 20, para intelektual lokal mulai mengembangkan konsep Indonesia sebagai negara dan bangsa, dan menetapkan panggung untuk gerakan kemerdekaan.

Pendudukan Jepang pada Perang Dunia II melemahkan sebagian besar negara kolonial dan ekonomi Belanda. Setelah Jepang menyerah pada bulan Agustus 1945, kaum nasionalis Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan yang mereka perjuangkan selama Revolusi Nasional Indonesia yang terjadi pada bulan-bulan berikutnya.

Belanda, saat itu, secara formal mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar tahun 1949 dan menyerahkan seluruh wilayah bekas jajahannya, dengan pengecualian wilayah Papua (Nugini Belanda), yang diserahkan ke Indonesia 14 tahun kemudian pada tahun 1963 berdasarkan ketentuan Persetujuan New York di Markas Besar PBB.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
8 Olahraga yang Pernah...
8 Olahraga yang Pernah Dilakukan Rasulullah SAW, Lengkap dengan Dalilnya
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved