Sibuk Perang dengan Hamas, Israel Diserang 6 Roket dari Lebanon

loading...
Sibuk Perang dengan Hamas, Israel Diserang 6 Roket dari Lebanon
Tembakan artileri Israel ke Lebanon sebagai pembalasan atas serangan enam roket yang gagal. Foto/Twitter/@AmichaiStein1
TEL AVIV - Ketika militer Zionis Israel sedang sibuk berperang dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina , enam roket ditembakkan dari Lebanon dengan target ke negara Yahudi tersebut.

Namun, menurut militer Zionis, enam roket itu gagal menyeberang dan hanya mendarat di wilayah Lebanon.

Baca juga: Perang Hari Ke-9: 212 Warga Palestina Tewas, Israel Dicap Penjahat Perang



Upaya serangan dari Lebanon itu berlangsung hari Senin. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa sirene peringatan roket diaktifkan di Misgav Am, di bagian utara Israel, dekat perbatasan dengan Lebanon.

Meski serangan enam roket tersebut gagal, IDF melakukan pembalasan. "Pasukan artileri menembak ke arah sumber peluncuran (roket)," kata IDF, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (18/5/2021).

Video yang menunjukkan saat artileri IDF menanggapi tembakan roket dari wilayah Lebanon telah dibagikan di media sosial.

Tidak ada kerusakan maupun korban yang tercatat di wilayah Israel setelah pengaktifan sirene roket.

Sebelumnya pada hari yang sama, beberapa laporan muncul yang mengatakan bahwa ledakan dan sirene roket telah terdengar di perbatasan Israel-Lebanon, dengan beberapa laporan menunjukkan bahwa setidaknya lima roket ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel, tetapi semuanya mendarat di Wilayah Lebanon.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas tembakan roket-roket tersebut.

Menyusul insiden tersebut, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) men-tweet bahwa Kepala Misinya tetap berhubungan dengan para pihak untuk memastikan stabilitas di daerah tersebut dan mengurangi ketegangan yang ada.



UNIFIL mencatat bahwa situasi sekarang tenang di daerah tersebut.

"Roket-roket itu diluncurkan dari wilayah umum Rashaya Al Foukhar di utara Kfar Chouba di Lebanon selatan," kata UNIFIL.

UNIFIL juga mengatakan akan mengintensifkan patroli dan meningkatkan kontrol keamanan di daerah tersebut.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top