OKI Sebut Zionis Biadab, Negara Arab yang Normalisasi dengan Israel Dikecam

Senin, 17 Mei 2021 - 08:22 WIB
loading...
A A A
Hingga saat ini, 193 orang telah dilaporkan tewas di Gaza oleh pemboman Israel, 55 di antaranya adalah anak-anak, dan lebih dari 10.000 orang telah mengungsi.

Sementara di Israel, 10 orang telah tewas, dua di antaranya adalah anak-anak.

“Kami menghadapi pendudukan jangka panjang. Itulah yang menjadi pangkal masalah," kata Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Riad Malki, di awal KTT, seperti dikutip dari The New Arab.

"Kejahatan dilakukan terhadap Palestina tanpa konsekuensi," katanya.

Otoritas Palestina (PA) mengontrol Tepi Barat, yang sangat jenuh dengan menjamurnya permukiman Zionis, tetapi tidak dengan Jalur Gaza yang diperintah oleh Hamas. Pihak Hamas tidak ambil bagian dalam KTT OKI.

“Penderitaan rakyat Palestina adalah luka berdarah dunia Islam saat ini,” kata Menteri Luar Negeri Afghanistan, Mohammad Haneef Atmar.

Namun, KTT OKI, yang diselenggarakan secara virtual oleh Arab Saudi, juga menyaksikan perseteruan antara para menteri luar negeri dari beberapa anggota OKI setelah beberapa orang melontarkan kritik terhadap negara-negara Arab yang menandatangani normalisasi hubungan dengan Israel beberapa bulan lalu.

"Pembantaian anak-anak Palestina hari ini mengikuti normalisasi," kata Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, yang dilansir AP.

"Rezim kriminal dan genosida ini sekali lagi membuktikan bahwa sikap ramah hanya memperburuk kekejamannya."

“Jangan salah, Israel hanya memahami bahasa perlawanan dan rakyat Palestina berhak sepenuhnya atas hak mereka untuk membela diri,” imbuh Zarif.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ikut serta melontarkan kritik, dengan mengatakan negara-negara yang menandatangani kesepakatan damai dengan Israel telah kehilangan kompas moral mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat...
Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
Rekomendasi
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Berita Terkini
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved