Sejarah Panjang Konfrontasi Hamas dengan Israel

Sabtu, 15 Mei 2021 - 06:07 WIB
loading...
Sejarah Panjang Konfrontasi...
Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas melancarkan konflik paling intens mereka setelah bertahun-tahun. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
GAZA - Jalur Gaza , Palestina kembali memanas setelah Hamas melancarkan serangan roket ke Israel pada awal pekan ini. Serangan itu adalah sebagai respons atas kebrutalan militer Israel yang menggerebek dan menyerang warga Palestina di Masjid Al-Aqsa . Aksi kekerasan tentara Israel juga terjadi saat mengusir warga Palestina di Sheikh Jarah untuk memberikan tempat bagi pemukim Yahudi.

Israel pun tidak tinggal diam. Zionis bertindak cepat dengan melancarkan serangan udara membabi buta ke Jalur Gaza, yang berada di bawah kendaliHamas. Militer Israel telah meluncurkan lebih dari 600 serangan udara, menghancurkan setidaknya tiga gedung apartemen bertingkat tinggi, dan telah menembaki beberapa daerah dengan tank yang ditempatkan di dekat perbatasan.

Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas melancarkan konflik paling intensdalam tujuh tahun terakhir. Berikut adalah beberapa peristiwa penting dalam konfrontasi keduanya selama bertahun-tahun yang disadur dari Reuters, Sabtu (15/5/2021).



1987 - Hamas dibentuk pada awal Intifadah Palestina pertama, atau pemberontakan, melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dua tahun kemudian, Hamas melakukan serangan pertamanya terhadap sasaran militer Israel, termasuk penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel.

1993 - Setelah bertahun-tahun kekerasan, Kesepakatan Oslo pertama, yang bertujuan untuk membangun perdamaian antara Israel dan Palestina, ditandatangani. Hamas menentang proses perdamaian ini, dan berusaha menggagalkannya dengan pemboman bus serta serangan senjata di Israel.

2000 - Israel dan Palestina gagal mencapai kesepakatan akhir dalam proses perdamaian pada pertemuan puncak di Amerika Serikat pada Juli 2000. Dua bulan kemudian, protes Palestina atas kunjungan pemimpin oposisi Israel Ariel Sharon ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur - yang oleh orang Yahudi dikenal sebagai Temple Mount, karena itu adalah situs kuil Yahudi kuno, dan bagi umat Muslim sebagai Tempat Suci yang Mulia - berkembang menjadi Intifada Kedua.

2001-02 - Hamas melakukan serangkaian pemboman bunuh diri di Israel, termasuk membunuh 21 orang Israel di luar disko Tel Aviv pada bulan Juni 2001, dan 30 orang saat perayaan Yahudi pada makan malam Paskah di Netanya pada bulan Maret 2002. Empat bulan kemudian, komandan militer Hamas Salah Shehadeh tewas dalam serangan udara Israel, dan Israel mulai mengepung kompleks pemimpin Palestina Yasser Arafat di kota Ramallah, Tepi Barat.

Maret-April 2004 - Serangan udara Israel membunuh salah satu pendiri dan pemimpin spiritual Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, serta salah satu pendiri dan pemimpin politik Abdel Aziz al-Rantissi, di Gaza dalam waktu satu bulan satu sama lain. Pimpinan Hamas bersembunyi dan identitas penerus Rantissi dirahasiakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
DPW PPP Banten Targetkan...
DPW PPP Banten Targetkan Tambah Kursi Legislatif pada Pemilu 2029
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved