India Terlalu Mengekang Kashmir, Apakah Modi Kena Karma?

Senin, 28 April 2025 - 02:20 WIB
loading...
India Terlalu Mengekang...
PM India Narendra Modi terlalu mengekang Kashmir. Foto/X/@mohitlaws
A A A
NEW DELHI - Perdana Menteri India Narendra Modi telah menegaskan kembali bahwa para pelaku dan konspirator serangan Pahalgam "akan ditanggapi dengan respons paling keras".

Ia mengatakan serangan itu terjadi saat "demokrasi semakin menguat" di Kashmir, tanpa merinci langkah-langkah yang diambil untuk memperkuat demokrasi di Kashmir yang dikelola India.

Al Jazeera melaporkan, pemerintah Modi mencabut status khusus Kashmir pada tahun 2019, dan menempatkannya di bawah pemerintahan federal. Pemerintah yang dipilih secara demokratis, yang berkuasa sejak tahun lalu, pada dasarnya tidak memiliki suara dalam tata kelola wilayah tersebut.

Namun, Apakah Modi Terkena karma?

Para ahli mengatakan pendekatan Modi yang mengutamakan keamanan semakin mengasingkan warga Kashmir, yang telah menanggung beban kekerasan sejak pemberontakan bersenjata meletus pada akhir 1980-an. Pemberontak Kashmir, yang menginginkan kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan, telah memerangi pemerintahan India sejak saat itu.

Selama program radionya Mann Ki Baat, Modi mengatakan bahwa ia telah menerima panggilan telepon, surat, dan pesan dari para pemimpin dunia yang mengutuk serangan tersebut, dan mengatakan "seluruh dunia mendukung 1,4 miliar warga India dalam perjuangan kita melawan terorisme".

Sementara itu, Angkatan Laut India mengatakan bahwa mereka melaksanakan latihan untuk "memvalidasi ulang dan menunjukkan kesiapan platform, sistem, dan awak untuk serangan ofensif presisi jarak jauh", tanpa merinci di mana latihan tersebut berlangsung.

Baca Juga: Darah Akan Banyak Mengalir, Pakistan Siapkan Skenario Kejutan jika Perang dengan India

Surat kabar Indian Express pada hari Minggu mengutip sumber utama pemerintah yang mengatakan "akan ada pembalasan militer" dan para pejabat "sedang mendiskusikan sifat serangan tersebut".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
BOLT Berkurban: Satu...
BOLT Berkurban: Satu Momen, Seribu Kebaikan
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Pakistan dan India Berperang,...
Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved